1 Pemuda Tewas dan 1 Lainnya Kritis Akibat Bentrokan Geng Motor di Cirebon

1 Pemuda Tewas dan 1 Lainnya Kritis Akibat Bentrokan Geng Motor di Cirebon – Seorang pemuda bernama Anenta Bentar Ramadhan (22) tewas dalam bentrokan antargeng motor di Kota Cirebon, Jawa Barat. Anenta menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke rumah sakit.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy lewat Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deni Sunjaya membenarkan adanya bentrokan yang menewaskan satu orang itu.

Deni mengatakan bentrokan antargeng motor tersebut pecah pada Minggu (5/1/2019) dini hari di Jalan Raya Katiasa, Keluruhan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. Saat menuju ke lokasi kejadian, petugas menemukan adanya pecahan bebatuan.

Deni pada Minggu (5/1/2020) mengatakan kami mendapat informasi ada korban akibat bentrokan itu yang dilarikan ke Rumah Sakit Gunung Jati dan Pelabuhan. Korban diantar oleh saksi, dan salah satunya ada yang meninggal dunia.

Deni menyebut korban yang meninggal dunia, Anenta merupakan warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Sedangkan untuk korban yang mengalami luka dan saat ini kondisinya masih kritis diketahui berinisial AS (15).

Deni mengatakan kedua korban tersebut berasal dari kelompok Cirebon Gengster. Kedua korban pertama kali ditemukan oleh saksi dalam kondisi tergeletak, yang kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, Deni kemudian mengerahkan petugas untuk mengejar para pelaku. Dan hasilnya, kurang dari 24 jam, petugas berhasil meringkus tujuh pelaku tawuran yang telah menewaskan Anenta. Para pelaku tawuran rata-rata masih berusia sekitar 15 sampai 17 tahun.

Ketujuh pelakuyang ditangkap yakni berinisial DH, S, MFS, MF, MTR, AP, dan IS. Dihadapan petugas, ketujuh pelaku mengaku berasal dari kelompok Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS).

Deni mengatakan selain mengamankan tujuh pelaku, kami juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua bilah celurit dan dua ponsel.

Dia menambahkan Anenta tewas karena mengalami luka bacokan. Dan yang membacok korban ada dua pelaku yaitu MFS dan MF.

Dia mengatakan awalnya MFS membacok korban dengan celurit. Lalu, MF juga membacok punggung korban hingga akhirnya meninggal dunia, serta membacok korban AS yang hingga kini masih koma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *