82 Penjual Miras di Cimahi Ditangkap Karena Tak Mengantongi Izin

82 Penjual Miras di Cimahi Ditangkap Karena Tak Mengantongi Izin – Sebanyak 82 orang penjual minuman keras (miras) berhasil diamankan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi karena tidak mengantongi izin untuk berjualan dan mengganggu ketertiban selama bulan Ramadhan.

Mereka tak mengantongi izin seperti yang tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) KBB Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pengawasan Penjualan Minuman Beralkohol dan Perda Kota Cimahi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat dihubungi pada kamis (21/5/2020) mengatakan sebanyak 82 penjual minuman keras yang telah diamankan itu menjual berbagai jenis minuman keras dengan barang bukti keseluruhan sebanyak 6.986 botol miras berbagai jenis dan merek, 216 liter tuak dan 219 plastik ciu.

Yoris mengatakan bahwa kami telah mengamankan sebanyak 82 pedagang minuman keras yang tak berizin. Operasi penyakit masyarakat tersebut dilakukan oleh Satresnarkoba dalam periode sejak 24 April 2020 hingga sekarang.

Sebanyak 42 pedagang miras mendapat sanksi tindak pidana ringan dan membayar sejumlah uang denda. Sementara untuk 40 pedagang miras lainnya diberi hukuman berupa pembinaan.

Yoris menjelaskan untuk hukuman yang diberikan kepada para penjual miras hanya tipiring dan pembinaan. Untuk jumlah uang denda yang harus dibayarkan tergantung pada keputusan sidang tipiring. Ada juga beberapa penjual yang diberi hukuman berupa namun tidak lama, dan sebagian lainnya diberi hukuman pembinaan.

Para pedagang miras di wilayah Kota Cimahi, KBB, dan Margaasih itu berjualan dengan secara sembunyi-sembunyi guna menghindari penertiban atau razia yang dilakukan oleh pihak yang berwajib.

Yoris mengatakan mereka sudah jelas telah melanggar berjualan tanpa izin, akhirnya mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Di wilayah Kota Cimahi dan KBB itu juga tidak ditemukan kafe khusus yang menjual miras.

Peredaran miras di bulan Ramadhan sangat meresahkan dan dapat memicu terjadinya aksi kriminalitas. Maka dari itu, sejak awal pihaknya sudah memberikan instruksikan kepada jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Cimahi untuk rutin menggelar razia dan belum ada gangguan akibat miras. Namun itu bentuk preventif yang wajib dilakukan.

Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam mengatakan, bahwa produksi ribuan botol yang diamankan itu legal. Yang ilegal adalah penjualnya yang berdagang di Kota Cimahi, KBB serta Margaasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *