Antisipasi Virus Corona, Sebanyak 89 Warga Asing Ditolak Datang ke Bali

Antisipasi Virus Corona, Sebanyak 89 Warga Asing Ditolak Datang ke Bali – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Sutrisno menyatakan bahwa hingga hari ini Kamis (13/2/2020) pukul 05.00 Wita tercatat ada 89 warga asing ditolak datang ke Bali. Hal itu terkait dengan merebaknya virus Corona.

Sutrisno di Kantor Kemenkumham Bali, Denpasar, pada Kamis (13/2/2020) mengatakan hingga pagi tadi, warga negara asing yang ditolak datang ke Bali ada sebanyak 89 orang. Sementara untuk perpanjangan izin tinggal darurat hingga kini angka pastinya dia belum bisa laporan namun secara global sudah ada lebih dari 300 orang.

Sutrisno menjelaskan perpanjangan izin tinggal darurat tersebut diberikan dalam kurun waktu satu bulan, setelah itu mereka harus kembali ke negaranya. Namun jika pada waktu itu belum memungkinkan bagi mereka untuk kembali ke negaranya, maka akan diberi fasilitas perpanjangan.

Dia menjelaskan perpanjangan izin tinggal darurat itu yang pasti tidak bayar namanya juga darurat pasti tidak dipungut biaya. Di sini juga sudah ada konsulat China jadi mereka yang bertanggung jawab terhadap warganya di sini untuk fasilitas lain kalau dibutuhkan.

Dia mengatakan jika ada wisatawan mancanegara yang telah melewati proses perpanjangan izin tinggal darurat, tetapi ada masalah keuangan dan butuh fasilitas lain maka akan ditangani oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar.

Penolakan terhadap WNA yang masuk ke Bali dan permohonan perpanjangan izin tinggal darurat itu sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa, dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa Bagi Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok.

Berikut rincian 89 orang yang ditolak, yaitu 12 orang warga asing asal Rusia, 4 orang dari Brazil, 3 orang dari Armenia, 3 orang dari Selandia Baru, 8 orang dari Ukraina, 3 orang dari Inggris, 2 orang dari Maroko, 2 orang dari Australia, 7 orang dari Kazakhstan, 12 orang dari Amerika Serikat, 2 orang dari Brazil, 6 orang dari Kanada, 2 orang dari Spanyol, 4orang dari Kyrgyzstan Republik.

Selain itu, masing – masing satu orang ada yang berasal dari Romania, China, Ghana, Moldova, Tajikistan, Jerman, Malaysia, Uzbekistan, Perancis, Austria, Mesir, Italia, India, Thailand, British Citizen, Chili, Turki, Peru, dan Swedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *