Artikel Kesehatan – Cuaca Ekstrim, Tubuh Rentan Terkena Banyak Penyakit

Sudah bisa kita ketahui saat ini kalau Jakarta semua wilayah yang berada di seluruh Indonesia akan mamasuki suatu musim kemarau. Akan tetapi yang terjadi mendung dan hujan malah sering terjadi. Perlu anda ketahui kalau cuaca yang sangat buruk tersebut bisa berimbas kepada kesehatan kita sendiri. Mengingat akan semua hal tersebut maka sang menteri kesehatan memberikan pesan mengenai masalah ini :

“Musim pancaroba ini memberikan 3 dampak, yaitu dampak kepada manusia, kepada lingkungan, dan kepada penyebab penyakitnya,” kata Prof Dr Tjandra Yoga Adhitama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan saat ditemui di Balai Kartini, Rabu (10/4/2013). Ujar dari sang menteri kesehatan tersebut memang sangat benar.

Perlu dapat di ketahui kalau dampak kepada manusia bisa berimbas keoada gangguang terhadap serangan pada sistem imun dari daya tahan tubuh kita. Di saat tubuh kita dalam keadaan yang masih belum stabil dengan sangat mudah virus masuk ke dalam. Dan segala jenis penyakit akan sangat mudah masuk serang tubuh kita.

Untuk lingkungan adapun dampaknya ini masih sangat tergantung dengan musimnya. Jika memang musimnya dominan adalah musim penghujan maka akan sering di dapai genanagan air dimana-mana yang bisa sebabkan sarang nyamuk. Dan jika ada pada masa kemarau pastinya sulit untuk mencari sumber air bersih.

Dari hal yang bisa sebabkan penyakit tersebut, sang profesor Tjandra tadi memberian perbedaan menjadi dua jenis yaitu penyakit yang bisa menular dan penyakit yang tidak bisa menular. Untuk penyakit yang tidak menular, cuaca tidak akan pernah mendukung untuk tingkatkan infeksi kuman tersebut, apabila dengan serangan penyakit bisa menular maka akan dapatkan resiko kekambuhan.

“Masyarakat dalam menghadapi pergantian musim ini perlu menggiatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), misalnya cuci tangan sebelum dan sesudah makan, istirahat cukup, makan sehat yang teratur, dan lain-lain. Bagi masyarakat yang sudah memiliki penyakit kronik, harus memeriksakan status kesehatannya agar siap menghadapi kemungkinan timbulnya gejala baru akibat pergantian musim ini,” pungkas Prof Tjandra.

 

About The Author

Reply