Artikel Kesehatan – Kekurangan Yodium Saat Kandungan, Anak Kesulitan Mengeja

Bagi wanita yang sedang hamil pastinya akan mengalami beberapa fase mengandung. Trimester pertama adalah salah satunya, trimester pertama berlangsung selama tiga bulan dihitung semenjak kehamilan hari pertama. Trimester pertama dipercaya sebagai fase yang tepat untuk terwujudnya bayi yang sehat. Supaya bayi sehat maka pada trimeser pertama ini zat yang wajib untuk dipenuhi adalah zat yodium.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocology & Metabolism yang telah dikutip Dailymail di hari Jum’at kemarin (3/5) menjelaskan, anak yang dalam trimester pertama dalam kandungan yang kehilangan zat yodium akan menimbulkan kurang anak dalam mengja aksara terutama dalam ejaan. Namun untuk kemampuan matematika anak kekurangan zat yodium tidak akan mempengaruhinya. Begitupun juga tidak berpengaruh pada perkembangan jalur pendengaran serta memori berdasarkan pendengaran

Menurut para ilmuan, ibu hamil bisa menambah asupan suplemen sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari guna mencegah terjadinya kerusakan neurologis dalam jangka panjang. Peran terpenting untuk perkembangan otak itu adalah zat yodium dimana zat yodium itu didapat dari makanan. Namun juga perlu diingat dan diperhatikan sungguh-sungguh bahwa kekurangan ringan dalam masa kehamilan para ibu hamil juga sedikit dapat membahayakan perkembangan otak si bayi.

Nutrisi yang mengandung yodium bisa ditemukan dalam beberapa makanan berupa kerang, akan tetapi makanan ini tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil. Hasil nilai tes dari penelitian pada 228 anak yang ibunya mengunjungi klinik antenatal The Royal Hobart Hospital’s Tasmania sekitar tahun 1999 dan 2001.

Saat periode tersebut anak-anak yang telah dilahirkan ternyata diketahui kekurangan yodium secara ringan. Kemudian kondisi itu berangsur membaik ketika ada produsen roti yang menambahkan yodium dalam adonan rotinya pada bulan oktober 2001.

Tes skor rendah pada tes keaksaraan dalam ejaan usia anak sembilan tahun, diakibatkan selama anak itu dalam kandungan ibunya tidak mendapatkan cukup yodium. Sehingga peneliti menunjukkan asupan yodium yang kurang berdampak pada efek jangka panjang seperti yang telah terjadi pada anak tersebut.

Tetapi  menurut penelitian bersal dari Univesity of Tasmania menemukan jika konsumsi yodium dalam kadar rendah sama sekali tidak berpengaruh pada nilai matematika, jalur pendengaran, dan kinerja memori pendengaran.

Keadaan ini menurut peniliti bisa diatasi dengan mengkonsumsi suplemen makanan sehari-hari oleh para ibu hamil. Suplemen itu tentunya yang mengandung yodium. Dr Kristen Hynes mengatakan, “Penelitian kami menemukan anak-anak dapat terus mengalami efek kekurangan yodium selama bertahun-tahun setelah kelahiran.”

 

About The Author

Reply