Artikel Kesehatan – Mengembalikan Visi Melalui Transplantasi

 

Manusia bisa pergi ke bulan atau membawa dunia bertekuk lutut dengan teknologi. Akan tetapi untuk mengetahui ukuran yang nyata, visi atau penglihatan seseorang sangat penting. Penglihatan seseorang didefinisikan oleh kornea, lapisan transparan tipis yang menutupi permukaan mata.

Opthalmologis, Donald Tan dari Pusat Kesehatan Mata Nasional Singapura (SNEC) memperkenalkan Endo Glide, sebuah perangkat untuk transplantasi donor kornea pada mata pasien dalam operasi keratoplasty endotel. Pusat kesehatan mata ini mengatakan bahwa peralatan akan meminimalkan kerusakan sel endotel dan mempercepat waktu pemulihan untuk pasien.

Setipis kartu kredit, kornea memfokuskan cahaya mengalir ke mata kita. Dengan tidak adanya kornea yang sehat, cahaya hanya seberkas sinar yang tidak koheren atau lebih buruk, tidak ada warna.

Tanda-tanda pertama dari kornea yang rusak adalah penglihatan seseorang menjadi berawan atau buram, karena sel pada kornea membengkak atau mati. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan pada tahap berikutnya. Untungnya, hal ini dapat diatasi dengan transplantasi kornea.

Donald Tan, kepala SNEC, menjelaskan bahwa di negara-negara maju, kebanyakan orang memiliki kornea cangkokan atau okulasi akibat penyakit degeneratif, sementara di negara-negara berkembang, radang jamur atau bakteri adalah alasan paling mungkin untuk mendapatkan prosedur pembedahan.

“Di Amerika Serikat dan Singapura, penuaan kornea dapat membuat mata menjadi keruh, tetapi, di beberapa bagian Asia, bisa disebabkan oleh infeksi,” katanya, merujuk ke sekelompok wartawan yang mengunjungi pusat di Singapura baru-baru ini.

Tan mengatakan bahwa keratoconus, ketidakteraturan bawaan di mana kornea yang tipis dan berbentuk kerucut, adalah alasan lain yang umum untuk mendapatkan transplantasi. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat bahwa borok kornea adalah penyebab paling umum kebutaan kelima dengan 8,4 persen dari 1,5 juta orang buta di Indonesia yang kehilangan penglihatan mereka karena alasan itu.

Penyebab paling umum kebutaan adalah katarak, dengan 52 persen kebutaan di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini. Buatan Susiyanti, seorang dokter mata dari Jakarta Eye Center, mengatakan banyak kerusakan kornea di Jakarta disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri.

 

 

Artikel Kesehatan

Be Sociable, Share!