Artikel Kesehatan – Resiko pada Perokok Pasif

Walaupun merokok sudah dapat di ketahui akan bisa meningkatkan suaut resiko yang akan mendapatkan suatu kanker paru-paru, penyakit yang di takuti banyak orang tersebut saat ini memang tidak menjadi lagi ancaman selain dari perokor. Suatu data yang baru yang sudah memberikan suatu penunjukkan kalau saat ini sebanyak 20 persen dari banyaknya pasien dari kanker paru yang merupakan orang yang berasal bukan dari perokok.

Suatu study yang sudah di publikasikan di dalma Lancet Oncology yang sudah berhasil untuk menemukan banyaknya jumlah perokok yang terus turun membuat adanya prevalensi penyakit yang sudah di sebabkan oleh perokok tersebut yang di antaranya adalah kanker paru-paru yang bisa untuk menurun lagi. Akan tetapi jumlah dari non perokok yang sudah mengalami suatu penyakit dari kanker paru-paru, maka persentasenya akan menjadi lebih besar lagi di banding dengan perokok yang saat ini mulai menurun.

Sudah dapat di ketahui kalau kaner paru-paru bukan yang di picu oleh asap rokok. Polusi udara yang juga danya suatu paparan asbes yang juga memicu untuk timbulnya penyakit kanker paru-paru tersebut.

Dari salah satu peneliti yang sudah di sebutkan oleh dr Harpal Kumar yang sudah ungkapkan kalau belum lama ini kita mengerti dari banyak sepuluh orang sembilan dari mereka telah mendapatkan suatu penyakit kanker tersebut. Akan tetapi saat ini perbandingannya menjadi delapan dari sepuluh orang.

“Dari banyak orang yang cenderung berpikir kalau kanker tersebut  hanya di derita oleh penyakit para perokok, yang benar tidak hanya perokok saja. Itu sudah menjadi masalah yang sangat signifikaan yang bisa semakin tinggi yang berada di seluruh dunia,” ujar darinya lagi.

Kumar yang menambahkan lagi kalau kanker paru itu adalah kanker yang sangat mematikan. Pasalnya hampir tidak bisa di tanggulangi lagi dari pasein yang mendaptkan suatu penyakit tersebut. Terlebih lagi mereka harus segera di periksakan jika memang mendapatkan suatu keganjalan yang ada di paru-paru. Karena sangat lambat untuk di diagnosis.

 

 

 

About The Author

Reply