Artikel Unik – Nenek Moyang Unta Hidup di Wilayah Es

Sudah tahukah anda tentang binatang yang sangat kuat dengan wilayah panas di gurun yang sangat kering jarang ada tumbuhan dan juga pepohonan. Hewan tersebut adalah Unta. Pernahkah anda mendengar kalau hewan ini dahulunya telah berhabitat di wilayah es. Sudah dapat di ketahui kalau unta memang pernah hidup di daerah dingin yang hampir dekat dengan kutub. Yaitu di saat era Pliosene nenek moyang mereka berasal dari wilayah es.

Pembuktian ini sudah terungkap dari hasil penemuan sebuah fosil unta oleh tim peneliti di Canadian Museum of Nature di Ottawa.

Para tim peneliti yang telah di pimpin oleh paleobiolog Natalia Rybczynski sudah berhasil menemukan fosil unta yang sudah di perkirakan umur dari fosil tersebut sekitar 3,5 juta tahun di Pulau Ellesmere. Pulau Ellesmere ini terletak di bagian utara Kanada, Nunavut hampir mendekati kutup utara.

“Fosil ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa unta pernah hidup di daerah itu,” kata Rybczynski kepada Livescience.

“Temuan ini mengejutkan kami. Sebabnya, kita sering mengasosiasikan unta sebagai hewan yang hidup di habitat beriklim kering (arid) dan setengah kering (semi-arid),” urainya lagi.

Di temukan sebanyak 30 buah tulang yang merupakan bagian tulang kering fosil unta yang berhasil ditemukan para peniliti dan ahli arkeolog. Tulang-tulang itu kemudian diidentifikasi menggunakan metode collagen fingerprinting. Jumlah protein, bernama Kolagen Type I, yang terkandung dalam tulang tersebut dihitung.

Berdasarkan hasil analisis yang dipublikasikan pada Jurnal Nature Communications kemarin, terungkap bahwa nenek moyang unta yang ditemukan berusia 3,5 juta tahun dan ukurannya 1/3 kali lebih besar daripada unta modern yang hidup saat ini.

“Kondisi pada masa 3,5 juta tahun lalu memang memungkinkan bagi unta untuk bisa hidup di daerah dekat dengan kutub. Pertengahan era Pliosene itu dikenal dengan kondisinya yang hangat. Suhu global masa itu 2 – 3 derajat Celcius lebih hangat dari suhu saat ini.” ujar Rybczynski.

Kedepannya, Rybczynski dan timnya berencana untuk meneruskan pencarian unta di daerah sekitar kutub utara. “Kami berharap bisa menemukan bukti lainnya,” kata Rybczynski.

 

 

About The Author

Reply