Beberapa Kondisi Kesehatan Yang Sering Memicu Kematian Pasien Virus Corona

Beberapa Kondisi Kesehatan Yang Sering Memicu Kematian Pasien Virus Corona – Tak sedikit kasus yang menyebut bahwa virus corona atau Covid-19 hanya menimbulkan gejala ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi pada kondisi tertentu, bisa saja akan berdampak fatal.

Pemerintah Indonesia sudah menegaskan, dari banyak kasus kematian pada umumnya diikuti dengan penyakit tertentu yang sebelumnya sudah ada. Kematian bisa terjadi karena kondisi itu semakin memburuk setelah terinfeksi virus corona.

Beberapa waktu lalu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa tidak ada laporan kasus virus corona menjadi penyebab tunggal dari kematian seseorang.

Berikut beberapa kondisi kesehatan yang sering memicu kematian pasien virus corona, yakni:

1. Penyakit jantung dan pembuluh darah
Sebuah studi menyatakan pasien virus corona yang memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah mendominasi kematian. Infeksi covid-19 yang menyerang pada saluran pernapasan, disebut akan memperberat kerja jantung sehingga berdampak fatal.

2. Penyakit pernapasan kronis
Penyakit pernapasan kronis, seperti asma dan hipertensi paru, dapat berdampak fatal pada pasien virus corona terkait komplikasi pneumonia. Selain itu, pada penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) juga akan merasakan hal yang sama. Pneumonia disebut akan membebani jantung, yang menyuplai oksigen ke seluruh tubuh sehingga bisa memicu kematian.

3. Diabetes
Pada penyakit diabetes, sistem imunitas tubuh relatif melemah sehingga sulit untuk memerangi infeksi covid-19. Selain itu, diabetes juga dapat meningkatkan risiko radang yang memicu kondisi semakin buruk. Kalau Anda terinfeksi virus, hal itu lebih mudah memicu terjadinya pneumonia, sebab diabetes merupakan penyakit inflamatori atau radang.

4. Depresi
Kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kegelisahan juga berpengaruh besar pada pasien virus corona. Bahkan ketika tidak terkena virus sekalipun. Ketakutan terhadap virus dan berbagai perubahan akan membuat level kegelisahan semakin meningkat. Namun bagi seseorang yang memiliki gangguan kegelisahan akan berdampak lebih buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *