Belgia Laporkan Adanya Peningkatan Penyelundupan Kokain Selama Pandemi Corona

Belgia Laporkan Adanya Peningkatan Penyelundupan Kokain Selama Pandemi Corona – Pemerintah Belgia melaporkan bahwa adanya peningkatan kasus penyelundupan narkotika jenis kokain ke negaranya selama pandemi virus Corona atau COVID-19 yang kini tengah merebak nyaris di seluruh negara. Aksi penyelundupan barang haram itu dilakukan di pelabuhan Antwerp.

Berdasarkan laporan yang diperoleh, pejabat bea cukai Belgia, Kristian Vanderwaeren, mengatakan bahwa selama masa pandemi virus Corona atau Covid-19 ini, telah dilakukan serangkaian penyitaan yang luar biasa terkait adanya penyelundupan barang haram tersebut.

Kristian Vanderwaeren yang juga merupakan administrator umum kepabeanan Belgia saat dimintai konfirmasi pada Selasa (1/4/2020) mengatakan bahwa sudah terjadi peningkatan tindak kejahatan yang substansial terutama terkait penyelundupan kokain dalam beberapa hari terakhir selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Kristian Vanderwaeren, pengedar kokain pun mengantisipasi terjadinya hambatan pengiriman karena adanya wabah virus Corona atau Covid-19 yang saat ini tengah merebak termasuk di negara Belgia. Sehingga, mereka langsung mengirimkan kokain-kokain itu dalam jumlah yang besar saat ini.

Kristian Vanderwaeren mengatakan bahwa mafia yang ada di Amerika Selatan telah melakukan pengaturan dan penempatan barang haram itu dalam jumlah yang banyak di dalam sebuah container. Mengetahui kalau lalu lintas pengiriman ke Eropa akan terjadi hambatan dalam beberapa bulan mendatang akibat adanya wabah virus corona atau Covid-19.

Kristian Vanderwaeren mengatakan di pelabuhan Antwerp, petugas berhasil mengamankan kokain dengan total berat lebih dari 1,6 ton hanya dalam kurun waktu tiga kali pengungkapan.

Terkait adanya penyitaan kokain dengan berat 300 kg dan 700 kg itu sangat jarang terjadi selama berbulan-bulan terakhir sejak musim panas dan tahun baru konsumsi di Eropa.

Dalam kasus lainnya, tumpukan bubuk putih dengan berat hampir 350 kg itu berhasil di amankan oleh petugas pada tanggal 16 Maret 2020 di bandara nasional Brussels dengan penerbangan dari Republik Dominika.

Kepala bea cukai mengatakan biasanya kami hanya menemukan barang haram seperti itu seberat 1 kilo, 1,5 kilo, hingga 2 kilogram saja. Sebelumnya, kami tidak pernah menemukan adanya barang haram seperti itu dalam jumlah sebanyak itu di dalam bagasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *