Bentrok Karena Tak Terima Kebijakan Ketat Soal Covid-19, 2 Napi di Sri Lanka Tewas

Bentrok Karena Tak Terima Kebijakan Ketat Soal Covid-19, 2 Napi di Sri Lanka Tewas – Dua narapidana di penjara Sri Lanka tewas setelah terlibat bentrokan dengan penjaga. Hal itu dikarenakan tidak terima dengan kebijakan ketat soal persebaran virus Corona (COVID-19). Pihak berwenang meniadakan kunjungan selama virus Corona itu masih merebak.

Berdasarkan lapora yang diperoleh pada Minggu (22/3/2020), bentrokan antara narapidana dan penjaga itu mengakibatkan dua narapidana tewas dan enam orang mengalami luka-luka.

Bentrokan itu terjadi pada Sabtu (21/3/2020) di penjara Anuradhapura. Kepolisian setempat mengatakan dalam bentrokan itu, penjaga terpaksa melesakkan tembakan untuk mencegah para napi melarikan diri.

Untuk diketahui, Penjaran Anuradhapura berjarak sekitar 200 kilometer dari utara Kolombo. Para narapidana itu mengeluhkan kebijakan dari pihak berwenang, yang tak mengizinkan pengunjung datang ke penjara. Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya mencegah penularan COVID-19.

Sebelumnya diketahui, pemerintah Sri Lanka telah menerapkan jam malam selama tiga hari di semua kawasan negara sejak Jumat (20/3/2020). Kebijakan itu diambil pemerintah menyusul jumlah kasus virus corona di sana mencapai 77 pasien. Meski demikian, tidak ada tahanan yang kabur. Keamanan di penjara sudah diperkuat dengan tambahan tim polisi, termasuk pasukan komando.

Sementara itu, Presiden Komite Perlindungan Hak-hak Tahanan Sri Lanka, Senaka Perera, menyatakan para narapidana memprotes situasi yang macet dan kualitas makanan yang buruk setelah pemerintah melarang pengunjung datang ke penjara selama dua minggu untuk mencegah penularan virus Corona. Sebab, para pengunjung biasanya sering membawakan makanan buatan sendiri.

Penjara di Sri Lanka diketahui sangat penuh. Bahkan terkadang bisa menampung hingga 5.000 tahanan di fasilitas yang seharusnya hanya mampu menampung 800 orang saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *