Berhadapan Dengan NATO, China Dan Rusia Tidak Berminat Menghidupkan Blok Timur

Berhadapan Dengan NATO, China Dan Rusia Tidak Berminat Menghidupkan Blok Timur – Beberapa tahun terakhir, China dan Rusia menjalin kemitraan yang makin erat.

Namun, kedua negara itu tidak melihat tentang adanya manfaat potensial selama membangun aliansi formal guna menyaingi NATO di Eropa.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, yakni Sergey Lavrov, Selasa, 6 April 2021 seperi yang dilansir oleh Russian Today.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lavrov terhadap wartawan ketika ia berkunjung ke India. Lavorv telah mengakui jika hubungan negaranya dengan China sudah mencapai tingkat yang paling baik dalam sejarah.

Meski demikian, kemesaraan tersebut tak membuat keduanya berminat untuk menciptakan aliansi angkatan bersenjata.

Bahkan Lavrov mengkritik isu tentang pembentukan ‘’NATO Timur’’, ‘’Blok Timur’’ bahkan ‘’NATO Asia’’.

Hubungan antara Rusia dengan sejumlah negara anggota NATO semakin buruk pada beberapa bulan terakhir.

Hubungan keduanya semakin buruk usai konflik antara Ukraina dengan Rusia semakin memanas mengenai kondisi terkini di Donbass.

Minggu lalu, Lavrov telah menyangkal klaim Sekretaris Jenderal NATO, yakni Jens Stoltenberg yang menyebut bahwa ketidakharmonisan antara Rusia dan NATO adalah kesalahan Moskwa.

Lavrov mengatakan, bahwa Rusia bukannya tidak mau berdialog bersama NATO. Moskwa hanya tidak ingin duduk 1 meja dan membahas Ukraina.

‘’NATO tak ada kaitannya dengan Ukraina,’’ ungkap Lavrov.

Konflik Moskwa dan juga Kiev makin memanas pada beberapa hari terakhir usai muncul laporan jika Rusia mengerahkan pasukannya menuju perbatasan Ukraina.

Seorang diplomat Ukraina, yakni Aleksey Arestovich mengatakan jika negaranya bakal bekerja dengan NATO demi mempersiapkan kemungkinan paling buruk.

Ia menambahkan bahwa latihan militer dengan skala besar NATO yang dinamakan DefenderEurope 2021 sudah dimulai.

Arestovich mengeklaim jika latihan itu akan difokuskan untuk menjaga perairan Baltik sampai Laut Hitam serta simulasi konfrontasi bersenjata dengan Rusia.

Sebagai bagian dari pelatihan perang itu, Eropa akan melihat penyebaran pasukan Amerika Serikat terbesar semenjak awal abad ke 21.

Sekitar 20.000 tentara Amerika Serikat akan berpartisipasi, dengan kontingen yang berkekuatan 17.000 personel dari sejumlah negara anggota NATO serta non anggota seperti Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *