Berita Aneh Dunia – Spesies Alien Turun Di Bumi, Benarkah ?

Di dalam akhir akhir ini memang sudah di ketahui ada seorang petugas yang berada di taman di sebuah sudut kota yang berada di negara Peru yang sudah menangkap gambar yang menjadi hal mengagetkan banyak kalangan. Dari gambarnya tersebut sudah di anggap menjadi suatu Alien atau makhluk dari langit. Dari makhluk tersebut yang sudah terlihat sangat besar dan mempunyai suatu telinga yang berwarna ungu dan sangat aneh sekali.

Memang sangat aneh yang bisa di lihat dari gambar tersebut. Lain dari pada itu, dari makhluk tersebut yang lebih aneh lagi adanya lidahnya menjulur panjang. Pada saat sang hewan atau makhluk tersebut menjulurkan lidahnya terlihat sangat panjang sekali dengan pucuk lancip. Dengan merasa sangat aneh dan penasaran maka hasil dari jepretannya tersebut langsung di bawa ke ilmuwan.

Dengan sangat mengejutkan dari adanya gambar yang aneh tersebut ternyata itu adalah suatu makhluk yang semacam kodok tebu yang berada dalam keadaan menyantap kelelawar pada saat dirinya berasil di tangkap oleh kamera sang petugas taman di kawasan tersebut. Selain dari pada itu, apa yang ia sebutkan aneh pada bagian telinga itu adalah sayap dari kelelawar dan lidah yang sangat panjang itu adalah ekor dari kelelawar yang sudah di mangsa katak tebu tersebut.

“Kami yang pada awalnya memang tidak merasa sangat percaya dengan adanya suatu gambar yang sudah tidak seperti biasanya tersebut. Akan teatpi pada saat di teliti lebih detail lagi, kami yang langsung mengerti dari sang makhluk  tersebut adalah seekor kodok tebu yang sudah berhasil untuk di abadikan pada saat memakan dari kelelawar tersebut,” terang dari sang pakar Biologi yang berasal dari Universitas setempat yang sangat sering meneliti akan satwa liar bernama Phil Torres. Berita ini juga sudah di kabarkan dalam Softpedia, Rabu (25/9/2013).

Yang lebih membanggakan lagi adalah foto tersebut merupakan foto yang pertama kalinya bisa mengabadikan sebuah kodok yang sedang memangsa hewan dalam keadaan lahap.

About The Author

Reply