Berita Aneh Tapi Nyata – Beberapa Kisah Dari Menggendong Anak Yang Meninggal

 

Menggendong Mayat Anak Di China

Sungguh sangat malang sekali dari seorang pria yang berasal dari China. Ceritanya yaitu sang pria tersebut tidak bisa untuk menyewa mobil jenazah. Maka dari itu dirinya sudah merelakan diri untuk bisa menggendong mayat putrinya sudah tidak bernyawa yang akan di makamkan. Pria yang memiliki nama  Yang Cheng  dan juga Istrinya yang bernama Lin Sun memang sangat berduka karena sudah kehilangan dari sang anaknya putri yang satu satunya tersebut. Dirinya menjadi meninggal dunia yang di karenakan mempunyai kaki, tangan dan juga mulut.

Sudah di ketahui kalau putri tersebut sudah meninggal dunia di slah satu Rumah Sakit yang bernama Hefei yang berada Provinsi Anhui, negara China sudah di rawat  beberapa pekan yang akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Dari kedua pasangan tersebut pun sudah memiliki suatu rencana untuk menguburkan putri mereka yang berada di kampung kelahirannya. Kampung tersebut bernama Quqiu yang memang sangat jauh jaraknya dari Rumah sakit yang sudah merawatnya.

Sudah di dasari kalau mereka tidak mempunyai banyak uang yang banyak untuk mengobtai anak putrinya tersebut kedua pasangan suami istri akhinya mereka langsung menggendong sang putrinya yang sudah meninggal dunia tersebut.  Untuk bisa sampai ke rumahnya dengan berjalan kaki.

 

Menggendong Mayat Anak Di Indonesia

Hal tersebut juga telah terjadi di negara kita Indonesia yang sudah menggendong anaknya sudah meninggal dunia dari RSCM dan di gendong sampai ke Bogor. Seseorang ayahnya tersebut adalah pekerjanya menjadi pemulung yang bernama Supriono sudah berusia 38 tahun tersebut menggendong anak yang bernama Khaerunisa yang mempunyai usia 3 tahun.

Supriono sampai ke tanah pemakaman yang berada di kampung yang bernama deerah Kramat Bogor yang menggunakan jasa KRL. Dan estafet dirinya berpindah-pindah transportasi untuk  sampai ke pemakaman tersebut.

Memang akhirnya sang anak tersebut membuat geger oleh banyak orang yang ada di bogor. Karena memang sang ayah hanya mempunyai pendapatkan dalam satu harinya hanya mendapatkan Rp. 4000- Rp. 10.000 saja. Maka dari itu untuk mengobati dari anaknya tersebut sudah habis uangnya. Dan setelah meninggal dirinya tidak punyai uang untuk menyewa ambulan dan akhirnya rela untuk menggendong anaknya sampai di pemakaman.

 

 

Be Sociable, Share!