Berita Aniaya Kriminal – Ibu Kandung Adit Akui Sedih Mengerti Kondisinya

Devi Andriani salah seorang ibu yang berusia 35 tahun tersebut yang akhirnya bertemu dengan anak kandungnya, Raditya Atmaja Ginting yang sangat akrab di panggil dengan nama Adit , di RSUD Bangkinang, Riau, untuk hari ini Senin (23/12/13).

Adit adalah salah satu anak yang sudah di temukan oleh warga yang berada di perkebunan kelapa sawit di PTPN V Tandun, Riau. Di saat sang bocah malang tersebut di temukan, adit mengalami suatu luka berat yang di sebabkan dirinya telah dianiaya dengan sangat keji oleh ayah kandungnya dan ibu tirinya.

Devi yang sudah datang dari Medan pada pukul 11.00 WIB. Dirinya yang sudah datang bersama dengan Andre Atmaja Ginting (8 tahun), dia adalah anak hasil perkawinan dengan suami pertamanya, Surya Atmaja. Dari suami kedua Devi, ibu mertua dan dua anak dari perkawinannya dengan suaminya juga mengikutinya untuk menemani.

Dari adanya pertemuan yang di balut dengan penuh rasa haru tersebut, Devi yang tidak kuasa menahan dari rasa tangisnya mengerti dari kondisi sang anaknya tersebut, di mana anaknya mendapatkan luka berada di sekujur tubuhnya yang di sebabkan di aniaya oleh sang ayah kandungnya sendiri dengan ibu tirinya.

Akan tetapi di tengah dari suasana yang sangat haru tersebut, Andre sang kakak kandung dari Adit terlihat mencoba untuk membuat adik kandungnya tersebut bergembira. Mereka yang telah bercengkrama dan bermain berdua di ruangnya.

Dari sejumlah mainan yang sudah di dapatkan dari sumbangan para warga yang merasa empati dengan mengerti keadaan ADit, di mainkan mereka berdua. Padahal dari kedua bocah tersebut sudah terpisahkan karena perceraian orang tuanya. Mereka bermain sangat asyik dan serasa hilangkan suatu insiden sangat mengerikan tersebut.

Bisa di ketahui sang bocah malang tersebut yang di temukan oleh pedagang sayur di perkebunan sawit, Minggu (15/12/13). Pada saat di temukan Adit tergeletak di bawah pohon dengan tubuh yang kering kerontang. Sungguh sangat mengerikan tubuh dari Adit yang penuh dengan luka dan darah.

About The Author

Reply