Berita Artis – Jeremy Thomas Telah Kisruh Dengan Penyerobot Villa

Kasus penyerobotan villa berada di Bali yang sudah Jeremy Thomas oleh bule yang bernama Alexander Patrick Morris akhirnya berakhir di meja hijau. Berasal dari pengadilan Negeri Gianyar memutuskan Patrick terbukti bersalah telah menggukana villa tanpa adanya suatu izin Jeremy.

Walhasilnya, dirinya sudah di vonis satu bulan lamanya satu bulan penjara dengan dua bulan masa percobaan. Dalam artian, jika memang dari  selama dua bulan Patrick tidak akan melakukan suatu tindakan pidana, maka bule asal Australia itu bakal di penjara selama satu bulan.

“Dari pengadilan menyatakan Alexander Patric Morris sudah terbukti secara sah melakukan tindak pidana memakai tanah tanpa izin yang sah. Kedua adalah menjatuhkan pidana kepada Patrick mendapatkan pidana penjara selama satu bulan,” ujar dari kuasa hokum Jeremy, Simon Nahak yang sembari telah membacakan adanya hasil putusan hakim, berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (16/11/14).

“Untuk yang ketiga menetapkan dari pidana tersebut tidak di perlukan jalannya kecuali di kemudian hari ada suatu perintah lain dari keputusan hakim, bahwa terdakwa waktu percobaan kurang lebih satu bulan lamanya,” sambungnya menjelaskan.

Berada di dalam perkara ini, Jeremy memberikan sekitar 30 alat bukti yang menjadi pertimbangan hakim. Maka dari itu, pihaknya berharap kalau dari Alexander dapat segera menunjukkan itikad baiknya untuk bisa keluar dari villa tersebut.

“Dirinya mengetahui karena dirinya mengikuti adanya sidang. Ini memang bukan verstek. Ini adalah suatu putusan yang menghadirkan pelaku, jadi pelaku sudah mendengarkan sendiri. Pengadilan akan bisa mengeksekusi secepatnya,” terang dari Simon.

Sementara lebih dari itu, sikap keras dari Jeremy di awal kasus sedikit mulai melunak lagi. Sang mantan bintang sinetron Tersanjung tersebut jika dirinya menyelesaikan secara damai dengan dua pilihan.

“Setelah sudah mendapatkan keputusan sidang, saya akan bisa memberikan waktu secepat – cepatnya. Karena memang saya masih mempunyai rasa manusiawi, dan saya memberikan penawaran kepada dirinya mau sukarela atau di eksekusi. Kami sepakat untuk bisa membiarkan kasus ini sesuai dengan hokum saja,” tegasnya lagi.

About The Author