Berita Artis – Raffi Ahmad Masih Diancam Masalah Narkobanya

Dengan diam-diam kasus narkoba yang saat ini sudah menjerat Raffi Ahmad  seperti adanya bara berada  di dalam sekam. Salah satu kasus tentang penyalahgunaan narkoba dengan jenis methylon yang dimana sudah terjadi  berada di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sudah membuat dari pelakunya sudah divonis selama 13 tahun penjara.

Mengerti dari kasus tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sudah kembali untuk mempertimbangkan kasus tersebut dari Raffi Ahmad yang dimana juga sudah pernah menggunakan narkoba dengan jenis tersebut.

“Mengapa begini, karena kita membahas akan yudisprudensi yang ada di tahun 1995 silam. Yang di mana masih belum masuk ke undang-undang narkotika dan narkoba yang bisa di vonis penjara selama 4 tahun. Kemudian dari pemilik metlylon berada di Nusa Tenggara Barat yang masih belum masuk berada di aturan undang-undang bisa di vonis selama 13 tahun,”ujar dari kata Sumirat Dwiyanto, Kabag Humas BNN di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur (15/09).

Dari sebelumnya Raffi ahmad yang sudah pernah untuk di culik oleh BNN karena telah di ketahui menggunakan narkoba pada tanggal 27 Januari 2013 silam. Setelahnya proses yang berlarut-larut sampai berada di rehabilitasi di Lido, Sukabumi, di mana sang presenter hebat tersebut dengan cara mengejutkan di perbolehkan menjalan suatu rehab jalan di tanggal (27/04/2013).

Beberapa waktu yang lalu masih belum di ketahui bahwa dari penangguhan penahanan dari Raffi Ahmad tersebut disebabkan karena masih belum ada hukum yang bisa menjeratnya. Ini di sebabkan presenter dan bintang film tersbeut menggunakan narkoba baru yang di mana masih belum masuk ke undang-undang. Akan tetapi dengan adanya suatu kasus yang serupa dengan kasus seperti Raffi tersebut dan pelakunya mendapatkan hukuman berat, dan kini masalah Raffi tersebut di bahas lebih hangat lagi saat ini.

Adanya proses hukum memang seperti itu. Sebelum adanya suatu pengesahan methylon masuk ke undang-undang dan sudah di resmikan oleh menteri kesehatan pada tanggal 26 Desember 2013 lalu. Di NTB pada saat itu pelakunya di vonis selama 13 tahun penjara,” tegasnya.

About The Author