Berita Asian Games – Perenang Jepang Ketahuan Mencuri Kamera

Ada suatu kabar yang di anggap sangat mengejutkan dari pegelaran Asian Games saat ini berlangsung, berasal dari kontingen  Jepang berada di Asian Games 2014.  Seperti kejadian yang sudah di lakukan oleh salah satu perenangnya yang bernama Naoya Tomita di ketahui telah mencuri adanya suatu kamera milik dari seorang fotografer local yang ada.

Seperti berita yang sudah di kabarkan berada di media Reuters, Tomita sendiri yang sudah  mengakui kesalahannya untuk bisa mencuri sebuah kamera yang di tafsir harganya bisa mencapai 8 juta won, atau sama saja dengan  dengan Rp92 juta berada di hari Jumat lusa kemarin. Terjadi di Munhak Park Tae-hwan Aquatic Center, tempat berlangsungnya cabang renang.

Terekam berada di CCTV, Tomita yang ketahuan telah memasukan dari kamera tersebut ke dalam tasnya. Polisi yang kemudian melakukan pemeriksaan, dan sang atlet renang tersebut pun tidak  memberiakn elakan dari pemeriksaan polisi itu.

Dari terjadinya insiden  tersebut tentunya sangat mengejutkan dari delegasi Jepang yang sedang berada di sana, Incheon. Di sebabkan karena Tomita yang bukan menjadi perenang kacangan.

Dirinya yang sudah berhasil untuk merebut gelar medali emas 200m  gaya dada empat tahun berada di Guangzhou akan tetapi bukannya medali yang sudah dia persembahkan  tersebut memberikan hal yang sangat memalukan. Atas ulah yang sudah dia lakukan berada di Asian Games tersebut.

“Dirinya langsung memberikan pengakuan kepada polisi. Kasus ini akan terus di urus berada di kantor kejaksaan untuk pekan depan,” ujar dari salah satu  pihak kepolisian yang berada di Korea Selatan  di kabarkan berada di media Reuters.

Tomita sendiri yang langsung di pulangkan kembali ke Jepang setelah adanya kasus ini terpergoki. Nasibnya berada di timnas renang Jepang untuk saat ini memang masih dalam masalah bahaya, karena dari tindakan ini memberikan efek buruk nama baik negara Jepang menjadi buruk di mata dunia.

“Dirinya langsung untuk dikeluarkan dari tim dengan secepatnya,” ujar dari kepala kontingen Jepang, bernama Tsuyoshi Aoki.

About The Author