Berita Astronomi – Bumi Masih Diancam Gelombang Setinggi Gedung

Dari sang peneliti yang berasal dari University os Washington yang sudah menemukan dari adanya suatu gelombang bawah laut yang terbesar sepanjang sejarah. Dari adanya gelombang tersbeut yang sudah berwujud bergulung-gulung yang berada di kedalaman Samudera Pasifik ini yang mempunyai suatu ketinggian hampir sama dengan gedung pencakar langit.

Ahli peneliti tersebut yang sudah menuliskan dalam jurnalnya Geophysical Research Letters, dan sudah memberikan catatan akan ketinggian dari gelombang ini bisa mencapai 244 meter. Kini di bayangkan kalau gelombang tersebut akan memecahkan rekor gelombang bawah laut termasif. Memang gelombang ini sudah datang dengan beberapa lapisan-lapisan air laut yang mempunyai tekanan yang sangat kuat dalam tiap terjangnya.

Pada setiap terjangan akan gelombang tersebut yang besarnya rata-rata menyamai dari ketinggian yang sudah di punyai oleh gedung pencakar langit. Di dalam suatu gelombang yang sudah terkandung dari adanya tekanan panas, karbon, energi dan nutrisi. Walaupun itu adalah gelombang raksasa yang ada di dalam dasar laut, fenomena yang ada di bawah laut tersebut sudah membuat kehidupan ekosisten laut yang menuju ke permukaan laut bisa berpindah wilayah.

“Sampai saat ini dari seluruh bagian utara Samudera Pasifik yang sudah di blokir dengan menggunakan gelombang raksasa tersebut. Sudah di pastikan kalau jumlah air yang mengalir menuju arah utara sungguh sangat luar biasa, yaitu 6 juta kubikmeter air dalam setiap detiknya. Atau bisa di katakan 35 kali air yang lebih banyak dari pada sungai amazon,” ujar dari kepala penelitian Matthew Alford, seperti yang sudah di kabarkan dalam Softpedia, Kamis (12/9/2013).

Dari gelombang raksasa tersebut yang di ketahui berlangsung selama satu jam dan berada di 4,8 km di bawah Samudera Pasifik. Dari para peneliti yang sudah memberikan tambahan kalau kemungkinan adannya suatu gelombang besar tersebut akan bisa pecah di daerah lain nantinya.

Nanti gelombang tersebut akan bisa berakibat terganggunya kapal selam, dari dari penerbangan juga.

About The Author

Reply