Berita Astronomi – Cahaya Misterius Sebelum Gempa, Terungkap

Lamanya sudah bertahun-tahun dari banyak orang yang sudah menjadi saksi akan adanya cahaya misteriusx yang berada di langit sudah muncul sebelum dari adanya suatu bencana gempa bumi terjadi. Saat ini sudah terungkap adanya penyebab munculnya cahaya misterius yang sudah muncul itu.

Untuk selama ini dari kemunculan cahaya tersebut berbentuk menyerupai bola api yang ada di langit yang ada pada saat sebelum terjadinya bencana alam tersebut. Adanya bola api yang ada di atas tersebut menjadi pertanyaan besar yang harus di pecahkan oleh para ilmuwan. Pada akhirnya turun tangan juga dari peneliti dan ilmuwan yang berasal dari NASA Ames Research Center dan San Jose State University dengan sangat tegas memberikan jawabannya.

Untuk bisa mengetahui dari asal muasal cahaya misterius tersebut, para ilmuwan yang sudah meneliti dari 65 penampakan dari mereka selama 400 tahun akhir ini. Setelah itu baru di temukan jawaban kalau cahaya misterius tersebut yang berasal dari dalam kerak Bumi, seperti yang sudah di kabarkan dalam Science Recorder, untuk hari kemarin Sabtu (4/1/14).

Dari para ilmuwan yang sudah memberikan indikasi adanya suatu arus listrik yang mengalir keluar melalui jalur dari beberapa patahan di saat terjadinya gempa bumi. Kemudian masing masing listrik tersebut akan tarik menarik di sisi patahan, maka dari itu dari tarik menariknya tersebut akan menjadikan seperti bola api.

Untuk bisa di ketahui, rata-rata bencana gempa bumi terjadi pada zona subduksi, di mana itu adalah tempat terbakarnya dari lempeng samudera dan lempeng benua. Akan tetapi dari munculnya listrik tersebut yang bukan dari zona subdiksi tersebut, akan tetapi dari jalur patahan yang ada di lempeng benua.

“Di dalma jalur patahan lempeng benua sangat rawan untuk bisa terjadi adanya gesekan yang sangat ekstrem, hal tersebut di sebabkan untuk bisa membentuk dari palung cukup curam nantinya. Gesekan yang sangat ekstrem itu akan bisa membentuk listrik yang alir sampai permukaan Bumi dan membentuk dari kilatan cahaya setelah terinosasi di atas udara,” penjelasan dari Friedemann Freud peneliti yang berasal dari NASA Ames Research Center.

About The Author

Reply