Berita Astronomi – Sebab Pemanasan Global, Reptil Menjadi Raksasa

 

Di masa dari mana Bumi yang sudah mengalami pemanasan global untuk masalalu, di mana dari reptil yang menjadi makhluk raksasa sementara  dari mamalia yang menjadi makhluk kerdil. Memang dari perbandingannya jika dari ular yang bisa sebesar kuga maka bagi reptil kuda akan seperti kucing.

Seperti yang sudah ada dalam konferensi Science Writer 2013 yang berada di Gainesville, yang bernama Jonathan, Paleontolog yang berasal dari Florida Museum of Natural History yang sudah memberikan ungkapan bahwa  dari emisi karbon akan bisa terus bertambah dan bumi nantinya bisa semakin panas. Maka nantinya untuk di masa depan ular akan bisa untuk menjelma menjadi makhluk raksasa lagi, nantinya juga akan bisa tumbuh menjadi besar bahkan bisa sebesar bus.

Dari Bloch yang sudah menilik kembali kepada periode yang sudah di sebut dengan Paleocene – Eocene Thermal Maximum,sekitar dari 55 juta tahun yang lalu. Seperti dari pada periode tersebut,di mana dari bumi yang  sudah mengalami pemanasan, dengan temperatur global yang akan bisa meningkat sebesar 6 derajat celcius dalam jangka wakty 200.000 tahun.

Pada amsa itu sudah di ketahui adanya kura-kura yang hidup dari spesies Carbonemyss cofrinii. Dari pakar analis fosil memberikan ungkapan, dari kura-kura yang di sebutkan tersebut yang memang sangat besar sekali. Bisa di ketahui dari tengkoraknya yang bisa mencapai 24 cm dan cangkangnya saja sebesar 172 cm. Lebih dari pada itu, kura-kura tersebut yang juga mempunyai suatu rahang yang sangat kuat, sehingga bisa untuk memakan buaya.

Seperti pada lima juta tahun silam di setelah punahna dinosaurus, 60 juta tahun yang lalu, ada juga dari ular yang berukuran sebesar dari bus berada  Titanoboa. Berat dari ular tersebut untuk masa lalu hidup di negara Amerika Selatan besarnya adalah 1,25 ton.

Sementara dari pada periode tersebut reptil bisa menjadi raksasa, pada periode pemanasan yang lain bisa terjadi 53 juta tahun yang lalu, mamalia menjadi mengerdil. Hal tersebut yang sudah di katakan oleh paleontolog dari University of Michigan, bernama Philip Gingerich.

No related content found.

Be Sociable, Share!