Berita Astronomi – Teori Evolusi Bintang Beragam Tahapan

Berita Astronomi – Seperti halnya dengan manusia, bintang juga mengalami tahapan perubahan, yang disebut Evolusi. Meskipun demikian, manusia tidak mampu mengikuti perubahan bintang mulai dari kelahiran hingga tahap terakhir evolusi karena usia bintang biasanya mencapai milyaran tahun. Untuk itu, sejumlah peneliti kemudian melakukan analogi jika bintang adalah manusia. Para peneliti tersebut menganalisa keadaan bintang dan manusia saat berada pada tahapan evolusi berbeda dan disertai dengan pemodelan.

Pada awalnya, bintang terbentuk dari nebula yang merupakan kumpulan awan gas dan debu. Ketika ada bintang meledak/supernova yang menjadi salah satu gangguan gravitasi, partikel yang berada di nebula bergerak untuk merapatkan diri dan melakukan interaksi gravitasi sehingga partikel pun saling bertumbukan dan temperatur naik.

Dengan demikian, terjadi tahapan yang disebut pengerutan awan dimana bagian inti dari partikel menjadi panas. Tahap itu mendorong terjadinya proses pembentukan bintang hingga membentuk bintang di awan yang besar.

Pengerutan awan kemudian melambat dan jika massanya lebih dari 0,1 massa matahari, maka evolusi bintang menjadi sukses. Reaksi fusi akan berjalan hingga helium mencapai 10-20% massa bintang. Selanjutnya, bagian luar bintang akan mengembang menjadi raksasa dan tahapan lain dimulai.Tahapan tersebut adalah pembakaran helium untuk menjadi karbon serta pembakaran hidrogen demi membentuk helium. Dalam tahap ini, evolusi bintang sangat ditentukan dengan besarnya massa.

Jika massa bintang kecil, sebesar 0,1 – 0,5 massa matahari, maka proses pembakaran helium dan hidrogen berjalan hingga bintang menjadi katai putih, Sementara jika massa bintang lebih dari 0,5 massa matahari, maka pembakaran karbon baru dimulai ketika helium di inti bintang habis. Selain itu, jika massa bintang lebih dari 6 massa matahari, terbentuk neon dalam pembakaran karbon.

Neon yang mengalami fusi kemudian berubah menjadi oksigen hingga membentuk besi. Setelah reaksi besi berhenti, maka proses pembakaran selanjutnya juga berhenti sehingga tekanan menurun sehingga bagian inti bintang mampat.

Ketika jarak neutron dan elektron mengecil, maka tekanannya menjadi sangat besar sehingga mengakibatkan bagian luar bintang terlontar dengan cepat. Untuk itu, terbentuklah supernova atau bintang meledak. Evolusi bintang pun terjadi dalam beberapa tahapan.

 

About The Author

Reply