Berita Baru Internasional – PBB: Lakukan Kejahatan Kemanusiaan, Korut Harus Diadili

 

Berdasarkan hasil dari penyelidikan terbaru yang dilaksanakan PBB dinyatakan tentang adanya aksi kejahatan kemanusiaan terjadi di Korea Utara. Pimpinan Korut seharusnya dibawa menuju pengadilan internasional guna diadili terkait kejahatan kemanusiaan yang termasuk juga pembantaian massal, serta perbudakan dan kelaparan. Laporan dari tim PBB juga menyebutkan detail pembunuhan, pembantaian, perbudakan, penyekapan, penyiksaan, pemerkosaan, aborsi paksa serta tindak kekerasan seksual lain dari negara komunis itu.

“Dalam sejumlah kasus, pelanggaran HAM temuan komisi adalah bentuk kejahatan atas kemanusiaan. Bobot, skala serta sifat pelanggaran ini menunjukkan negara yang tak punya kesejajaran di dalam dunia kontemporer,” bunyi dari laporan Komisi Penyelidikan terhadap Korut seperti yang dilansir oleh AFP, hari Selasa (18/2/2014). Laporan 400 halaman itu menyorot tindakan pelanggaran kemanusiaan oleh otoritas Korut yang berujung kelaparan berkepanjangan. Laporan dari PBB itu juga memuat testimoni warga Korut yang sempat kabur.

Komisi untuk penyelidikan Korut ini dibentuk Dewan HAM PBB Maret 2013 yang lalu, yang diketuai Michael Kirby. Kirby menyatakan bahwa kelalaian tak dapat dijadikan alasan atau dalih negara dalam terjadinya kejahatan kemanusiaan itu. “Di akhir Perang Dunia II, banyak orang yang mengatakan ‘Jika kami tahu’. Kini, dunia internasional mengetahui, penderitaan serta air mata dari rakyat Korut yang membutuhkan tindakan yang tegas,” kata Kirby. Kirby juga menyatakan, ia telah berbicara bersama orang yang dapat kabur, termasuk sejumlah mantan narapidana yang ditugasi membakar jenazah warga yang telah mati akibat kelaparan kemudian menyebarkan abunya di ladang untuk pupuk, adalah hal yang menunjukkan betapa brutalnya situasi Korut.

Menanggapi laporan tersebut, Korut mengatakan laporan itu penuh dengan rekayasa serta bukti dibuat-buat oleh musuh. Komisi tak mendapatkan akses ke Korut, maka mereka pun mengadakan persidangan di Korea Selatan dan Jepang menyertakan sejumlah 320 warga dari Korut yang telah diasingkan. Kirby menyatakan bahwa semuanya temasuk pimpinan tertinggi menjadi yang paling bertanggung jawab pada kasus ini. Kirby juga menambahkan bahwa pelaku kejahatan kemanusiaan di Korut ini mungkin berjumlah ratusan.

Be Sociable, Share!