Berita Baru – Mobil Berplat Hitam Akan Di Kenakan Biaya BBM Baru di Bulan Mei

 

Sebelumnya memang lagi santer di kabarkan kalau BBM lagi gonjang-ganjing, hingga ada kabar bahwa Indonesia mensetujui adanya suatu perusahaan asing yang akan mengebor minyak di Indonesia karena alasan perusahaan dari Indonesia masih belum bisa mendapatkan modal untuk mengebor sumber minyak baru tersebut.

Dari hari ke hari sudah di tunggu akan kabar kalau BBM  akan segera naik, terkait dengan stok BBM jenis premium dan solar sangat langka di cari di manapun kini sudah ada jawaban baru. Kabar ini langsung dari bapak Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo. Menteri ESDM tersebut telah katakan bahwa pemerintah akan menerapkan aturan dua harga BBM subsidi pada bulan depan. Mobil pribadi berplat hitam tidak boleh beli bensin premium Rp 4.500 per liter yang sebelumna selalu di nikmati para orang yang punya mobil tersebut.

“Presiden mengisyaratkan kebijakan dua harga BBM subsidi itu bulan Mei, bisa awal bulan, pertengahan atau akhir yang jelas isyaratnya bulan depan diterapkan,” kata Susilo ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/4/2013).

Hal ini mungkin akan menjadikan jawaban baru bagi semua rakyat di Indonesia. Karena mayoritas yang mempunyai mobil itu adalah kalangan orang kaya, dan akhirnya mereka selalu membeli BBM yang bersubsidi dengan takaran mobil yang lebih banyak dari pada sepeda motor. Kalau memakai sepeda motor akan mendapatkan tarif yang sama seperti dahulu. Rp. 4.500 dalam satu liternya. Dan di bulan Mei mendatang mobil berplat hitam akan di kenakan Rp. 6.500 dalam satu liternya.

Dikatakan Susilo, sementara itu Kementerian ESDM, Pertamina, BPH Migas diminta untuk menyiapkan seluruh perangkat aturan dan fasilitas SPBU dan lainnya.

“Kita diminta menyiapkan semuanya, baik aturan, SPBU dan aturan pelaksana lainnya, dan kita disini semuanya sudah siap,” ucap Susilo.

Selain itu, tidak ada opsi lain yang dibahas pemerintah selain dua harga BBM subsidi.

“Hanya opsi dua harga BBM subsidi yang akan dipilih, tidak ada opsi lainnya, dan kapan waktunya tergantung keyakinan Presiden dan kesiapan aturan di lapangan,” tandasnya.

 

 

Be Sociable, Share!