Berita Baru Nasional – Mau Bikin Pupuk, Petani Justru Bakar 100 Ha Lahan

Berita nasional kali bini datang dari petani yang telah memberikan dalih sedang membakar semak belukar guna digunakan untuk pupuk tanaman alami. Namun bukannya pupuk alami yang ia dapat, aksinya itu justru menghanguskan hingga 100 hektare luas dari lahan yang merupakan milik dari warga lain. Kini, ia pun terpaksa menjadi tersangka. “Petani tersebut kita amankan berdasarkan dari laporan yang datang dari warga yaitu tentang orang yang telah sengaja bakar lahan. Kemudian akibat dari ulahnya tersebut, 100 hektare dari lahan pertanian kepemilikan warga setempat menjadi terbakar,” terang AKBP Z Pandra Arsyad, Kapolres Kepulauan Meranti kepada wartawan, Kamis (20/2/2014).

Dia juga turut menjelaskan bahwa tersangka bernama Sucipto (44) warga dari Kecamatan Tebing Tingggi di Kab Kepulauan Meranti, Riau. Dia beralasn ingin untuk mengelola tanahnya yang seluas 3 hektare guna ditanami macam sayuran. Kemudian saat itu ia berniat membuat pupuknya sendiri. Sejumlah ranting kemudian ia kumpulkan dalam sebuah lubang selebar 5m dengan kedalaman 50 cm saja, lalu menggunakan sebuah korek api serta ban bekas ia jadikan sebagai penyulutnya.

“Tersangka ini berdalih membuat pola tersebut guna dijadikan sebagai pupuk alami. Pupuk tersebut sedianya akan dipakai di saat musim penghujan nantinya,” lanjut AKBP Pandra. Namun yang jadi soal adalah, diteruskan oleh Pandra, ternyata kobaran api yang ada pada lahan milik petani ini lalu menjalar hingga lahan yang lain. Oleh perbuatannya itu, seluas 100 hektare lahan yang terletak di sebelahnya juga ikut hangus.

“Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan adalah potongan dari ban motor, sebilah gunting, serta korek api,” terang Pandra. “Kini ada 2 orang tersangka yang merupakan pembakar lahan pada wilayah hukum kami,” ujar Pandra. Data yang ada di Mapolda Riau, pada saat ini jumlah dari tersangka pembakar lahan ada 13 orang. Sedangkan proses pemeriksaan nantinya akan tetap dilaksanakan pada Polres masing-masing. Entah apapun dalihnya, perbuatan yang mengandung unsur kelalaian maupun kecerobohan ini telah merugikan orang lain serta lingkungan dan akan tetap diproses sesuai hukam yang berlaku.

About The Author

Reply