Berita Baru Nasional – SBY Menanggapi Surat Pemecatan Prabowo Subianto

Seperti adanya surat rekomentasi pemecatan dari Letnan Jenderal Purn Prabowo Subianto yang saat ini semakin panas untuk di bahas berada di beberapa media social dibuat dengan kop Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP.

Bisa di ketahui tanggap ketetapan dari surat tersebut adalah 21 Agustus 1998 dari DKP yang di mana sudah di ketuai oleh Jenderal Subagyo, Wakil Ketua Jenderal Fachrul Razi, Sekretaris Letjen Djamari Chaniago. Selain itu juga dari Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Agum Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono, Gumelar dan Letjen Ari J Kumaat.

Dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan sang juru bicara presiden yang bernama Julian Aldrin telah menyebutkan kalau surat tersebut telah merujuk atas surat panglima ABRI yaitu kepada Jenderal Wiranto.

“Sebab Ketetapan Presiden (Kepres) itu akan merujuk atas surat Menhankam/Pangab di saat itu, dan mendapatkan adanya beberapa usulan yang di perhatikan dalam penertiban Kepres di ketahui asalnya dari usulan Pangab, dengan suatu arti itu adalah pencopotan jabatan kepada Prabowo Subianto dengan hormat dari dinas TNI,” ujar dari Julian yang berada di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa hari ini (10/6/2014).

Julian yang menambahkan, Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah meminta untuk bisa di lakukan investigasi atas kebocoran surat yang ada di media social.

“Memang iya itu seharusnya tidak bisa terjadi. Ini yang bisa di mungkinkan mesti di lakukan insvestigasi di dalam TNI, internal TNI. Padahal surat tersebut yang sifatnya rahasia sampai saat ini bisa di ketahui dari banyak orang melalui public. Itulah yang menjadikan pertanyaan sebenarnya,” ujarnya menjelaskan lagi.

“Di dalam surat tersebut yang tidak tersebutkan DKP dalam Kepres dan saya yang bisa tanggapi tentang Kepres tersebut. Saya yang tidak mengerti teknisnya lebih dari itu,” ujar dari Julian menutup pembicaraan.

About The Author