Berita Baru Politik – 2 Bulan Reses, DPR Gelar Paripurna Kembali Hari Ini

 

Diketahui bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) segera memulai masa sidang yang baru, pada Senin (12/5/2014), ini sekaligus menjadi hari pertama aktivitas yang ada di DPR usai dilaksanakannya Pemilu Legislatif di 9 April 2014 yang lalu.

Masa persidangan baru dari DPR ditandai dari gelaran rapat paripurna. Pimpinan dari DPR segera membeacakan pidato pembukaan dari masa persidangan IV pada tahun sidang 2013-2014 ini. Masa reses dari DPR saat menghadapi masa pileg pada kali ini diketahui memang cukup panjang. Reses tersebut dimulai semenjak 6 Maret sampai dengan 12 Mei 2014. Masa reses yang panjang ini dimanfaatkan oleh anggota DPR guna mengunjungi konstituen pada daerah pilihannya sendiri-sendiri.

Siswono Yudhohusodo, Wakil Ketua dari Badan Kehormatan DPR mencatat sedikitnya 90 persen lebih dari anggota DPR pada saat ini diketahui mencalonkan diri kembali menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Dimana ini berarti bahwa dari sejumlah 560 anggota dari DPR, sejumlah 501 diantaranya mencalonkan diri lagi agar menjadi anggota DPR di periode 2014-2019 nanti.

Jumlah dari anggota DPR yang maju kembali menjadi caleg ternyata berpengaruh terhadap kinerja dari DPR RI. Hal ini mengakibatkan parlemen dianggap menjadi tidak produktif. Dalam masa sidang di tahun 2013 sendiri, DPR hanya sanggup menyelesaikan 20 pembahasan dari 77 Rancangan Undang-Undang (RUU) pada program legislasi nasional.

Di sisi lain, dalam dua bulan pertama pada tahun 2014, diketahui barulah 3 RUU saja yang diselesaikan dari jumlah 66 RUU yang telah ditargetkan pada program legislasi nasional pada tahun ini. Ke depannya, ada sejumlah RUU yang dianggap krusial agar bisa segera diselesaikan, di antaranya adalah RUU tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pembahasan dari RUU tersebut masih cukup alot dan disertai dengan komposisi materi pembahasan yang telah menumpuk yang mana hal ini diprediksi tidak akan selesai di tahun ini. Diharapkan agar DPR RI dapat segera mengejar keterlambatannya dan menghilangkan anggapan tidak produktif tersebut.

Be Sociable, Share!