Berita Baru Politik – Endriartono: Raja Kecil dan Dinasti Politik Yang Mengecewakan

 

Endriartono Sutarto nampaknya tahu benar bahwa Indonesia memiliki segudang masalah. Sebut saja adanya fenomena ‘raja kecil’ serta dinasti politik. “Beberapa hal cukup mengecewakan, yaitu dengan lahirnya sejumlah raja kecil dalam pemerintahan kecil daerah,” katanya di kantor Sekretariat Konvensi Capres Partai Demokrat, di Jalan Pati Unus No 75, kawasan Jakarta Selatan, hari Senin (6/1/2014). Endriartono Sutarto yang tampil berbicara pada gelaran acara ‘meet the press’ selaku peserta dari Konvensi Capres Partai Demokrat. Hayono Isman yang juga menjadi peserta konvensi diberikan giliran yang pertama untuk berbicara. Kemudian disusul Dahlan Iskan yang mendapat urutan nomor tiga.

Endriartono kemudian mencontohkan saat salah seorang bupati sengaja menutup bandara sebab tak dapat tiket untuk pulang. Bukankah fasilitas bandara merupakan guna kepentingan umum, dan bukanlah untuk kepentingan perorangan. Dia juga sedikit menyoroti tentang adanya politik dinasti yang mana belakangan ini ramai dibicarakan. Menurutnya praktik itu sudah merusak nilai demokrasi. “Kita harus memperbaiki kekurangan pada demokrasi supaya tak terjadi tahap kejenuhan pada masyarakat kepada sistem demokrasi berlaku di dalam negara ini,” terangnya.

“Parpol adalah motor penggerak utama di dalam sistem pemerintahan demokrasi,” tambah pria 66 tahun itu. “Semakin dinasti terbentuk, maka akan melahirkan kader partai serta pimpinan daerah yang hanya memanfaatkan para pemilihnya demi kepentingannya,” ungkapnya.

Disamping itu Endriartono Sutarto juga sempat membahas fenomena terkait melambungnya popularitas Gubernur dari DKI Jakarta, Jokowi menjadi sebuah hal aneh. Diketahui sebelumnya bahwa salah satu dari panelis yang juga menjadi seorang pemimpin redaksi pada Suara Pembaruan, Primus Dorimulu, menanyakan terkait kesiapan dari Endriartono untuk menghadapi Jokowi. Endriartono kemudian menjadi blak-blakan untuk mengkritik daripada kemunculan nama Jokowi tersebut.

“Zaman sekarang ini sungguh aneh, kok orang terkenal menjadi salah satu dari pilihan masyarakat hanyalah sebab ia sering keluar di media. Padahal seharusnya kan yang dicermati itu adalah rekam jejaknya,” ungkap Endriartono pada acara tersebut. Endriartono pun juga sempat menekankan tentang dirinya yang memiliki gagasan seperti apa yang seharusnya dijadikan dasar oleh masyarakat kemudian untuk memilih dirinya.

“Saya tak memandang bahwa peserta dari konvensi sebagai seorang kompetitor. Saya mempunyai gagasan yang bersifat membumi jadi ya biar rakyat sendiri yang menilai,” tambah dari purnawirawan TNI tersebut.

Be Sociable, Share!