Berita Baru Terkini – Gara Gara Insiden LP Cebongan, Kini Preman di Yogyakarta Berkurang

 

Isu yang lagi saja memanas di Yogyakarta tentang 4 tahanan dari LP Cebongan, Sleman setalah di tembak oleh 11 Oknum Kopassus telah menimbulkan suatu perkara kalau tindakannya tersebut tidak  menunjukkan sikap jiwa korsanya. Setelah kejadian tersebut akhirnya keributan yang beralasan dair preman sekain berkurang di Yogyakarta. Mungkinkah Preman tersebut sudah menyerah ?

Kita lihat saja kasus sebelum adanya LP Cebongan tersebut terjadi, banyak suatu kehidupan lain di balik sisi nyaman tentramnya Yogyakarta. Di saat kehidupan malam hari atau bisa di sebut dengan dunia gelap. Banyak suatu keributan telah terjadi, terutama warga pendatang ribut dengan warga setempat. Hingga akibatnya mobil di rusak, rumah juga di rusak. Sungguh tidak memiliki moral orang orang tersebut.

“Dalam 5 tahun terakhir ini sudah tidak terhitung jumlahnya,” kata seorang tukang parkir di daerah Babarsari, Sleman, Heryanto, kepada wartawan di saat hari Selasa kemarin.

Sudah dapat di ketahui dari laporan yang ada kalau keributan tersebut sudah terjadi sering dan sampai tidak bisa di hitung lagi. Keributan tersebut sering terjadi di kawasan Babarsari. Daerah di sekitar Seturan, Kledokan, Tambakbayan, Nolgaten, Pringwulung,dan Gorongan merupakan suatu daerah permukiman dari mahasiswa beberapa kampus di Yogyakarta.

Dalam kawasan di atas tersebut tidak akan pernah tidur dalam setiap malamnya karena sangat ramai dengan  usaha seperti kafe, rumah musik dan juga jasa laoundry juga ada mini market 24 jam. Ini sungguh kawasan sangat ramai.

“Sudah mulai aman. Malam Minggu biasanya ramai, kemarin juga biasa,” kata Heryanto setelah di tanyai oleh wartawan tentang keadaan terbaru dari tempat tersebut.

Menurut Hariyanto, sebelum kasus Deki (tersangka pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santoso) mencuat, sering terjadi kerusuhan yang terjadi di wilayah di atas tersebut.

“Pemicunya sepele, mabuk-mabukan atau urusan duit tagihan debt collector,” tambahnya.

Pedagang  kaki lima asal Jawa Timur. Beberapa kerusuhan  antar preman tak pernah ada habisnya. Pemerintah desa setempat, beberapa kali memfasilitasi dialog. Sempat muncul usulan mahasiswa yang ribut atau berkelahi akan diusir dari kos-kosan.

 

No related content found.

Be Sociable, Share!