Berita Bencana Nepal – Ada 34 WNI Yang Ada Di Nepal Saat Ini, 17 Orang Sudah Selamat

 

Berasal dari Kementrian Luar Negeri yang sudah melaporkan bahwa sekitaran 34 WNI yang berada di Nepal di saat terjadinya adanya bencana alam gempa bumi yang berkekuatan 7,8 Skala Ricther dimana sudah menewaskan hampir dari 2000 orang, adapun getaran dari gempa bumi tersebut yang sudah di rasakan hingga sampai ke Pakistan, Bangladesh, dan India untuk hari Sabtu malam hari kemarin.

WNI tersebut yang sudah di ketahui adalah mereka yang memang telah menetap berada di Nepal sebanyak 18 orang dan mereka yang sedang melakukan kunjungan sebanyak 16 orang, termasuk dari mereka yang sudah mendaki adanya gunung Mount Everest atau puncak Everest.

Sampai saat ini sudah di ketahui ada sebanyak 17 WNI yang masih dikabarkan dalam kondisi selamat. Sedangkan dari isanya yang masih akan terus di lakukan dicari. Terkait dengan bencana alam ini, Konsul Kehoramtan Indonesia yang berada di Kathmandu terus memberikan monitoring dan melakukan adanya koordinasi bersama dengan pihak-pihak yang sudah terkait berada di Nepal.

“Kita yang tidak mempunyai adanya KBRI yang berada di Nepal, maka dari itu upaya dalam penangangan yang telah di tangani oleh KBRI yang berada di Dhaka, Bangladesh. Dengan menggunakan Konsul Kehormatan Indonesia yang berada di Kathmandu,” terang dari Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI Kemlu yang sudah disebutkan kepada wartawan di saat ditemui berada di kantornya.

Kemlu yang juga meminta kepada para masyarakat yang mengerti adanya keluarga atapun rekan dan sahabatnya yang berada dalam Nepal akan tetapi masih belum bisa di ketahui, untuk bisa memberikan informasi kepada Hermawan Bagaskoro Abid, dirinya yang menjadi Staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu yang berada di nomor telepon 0812-8479-4696 atau (021) 381-3186.

“Adapun informasi tersebut yang ada akan bisa terus berkembang lagi, baik masalah jumlah korban ataupun dari status, seiering dengan upaya kami untuk bisa melakukan hubungan kontak WNI yang berada di Nepal dan laporan adanya status dari keluarga yang ada di Indonesia, “ terang dari Hermawan lagi.

Be Sociable, Share!