Berita Bisnis Dunia – Susahnya Industri Film Porno Hindari Pembajakan

 

Dari masalah yang sudah di anggap sangat tidak etis seperti pembajakan. Pembajakan konten yang ternyata bukan membuat gerahnya dunia bisnis music dan juga film saat ini sudah semakin marak, masih sangat sulit untuk di hentikan. Sang bintang dan penerbit konten film porno yang juga sudah di buat sangat pusing dengan adanya ulah tersebut.

Untuk bisa memberikan angka pembajakan yang sudah marak saat ini, dari para bintang porno yang sudah memberikan dukungan dari konten film yang berbau seksual itu. Sang pornstar menginginkan untuk membayar setiap dari mereka untuk bisa menontonya.

Seperti dari lansiran yang ada dari majalah Guardian,yang sudah di terbitkan untuk di hari kemarin, Jumat (9/5/14), penggalangan kampanye yang mempunyai tajuk The Pay For Your Porn muncul untuk memberikan tanggapan yang ada dari tingkat pembajakan film porno yang sampai saat ini masih sulit di hentikan.

“Dari pembelian yang sudah memastikan konten bisa di produksi dengan lebih berkualitas lagi, di buat dalam suatu format menjadi kualitas sangat tinggi, lebih aman,dan memberikan dorongan penciptaan konten biasa yang lebih baru,” hal ini yang sudah di serukan di dalam kampanye yang di dukung penerbit yang bernama Adult Empire.

Kampanye yang sudah menekankan pembajakan tersebut membuat semua dukungan industry telah merugi mulai dari pencipta konten porno tersebut sampai dengan penonton konten.

“Dari semua orang yang masih inginkan dapatkan uang, mereka mencari nafkah, dari pencurian konten atau pembajakan tersebut merampas kemampuan puluhan ribu orang di industry ini yang dimana semuanya sangat bersusah payah untuk menciptakannya,” seruan tambahan di dalam kampanye tersebut.

Megan Wozniak, dirinya adalah pekerja di Adult Empire yang memberikan suatu pendapat, konten porno disaat ini berada di posisi sangat sulit dari industry media dari pada lainnya. Lebih parahnya lagi industry porno masih mempunyai suatu stigma negative untuk tidak dapatkan dukungan dari pembuat aturan yang ada.

“Ini ada suatu strategi Netflix,dari layanan streaming internet on demand, yaitu menggunakan skema biaya langganan yang berbayar US$7-10 per bulan, beda dengan bulanan regular dengan banderol US$39,9 per bulan,” ujar dari dirinya lagi.

No related content found.

Be Sociable, Share!