Berita Bisnis – Jungkir Balik Dibelakang Suksesnya Novel Fifty Shades of Grey

Dari kesuksesan terdapat pada novel Fifty Shades of Grey memang tidak bisa di pungkiri lagi. Dari novel percintaan tersebut yang sudah berhasil untuk terjual sebanyak 100 juta kopi di seluruh dunia. Sedangkan dari film adaptasinya yang sudah menghasilkan sebanyak US$166 juta atau setara dengan Rp2,3 triliun walaupun telah di larang berada di beberapa negara.

Novel tersebut yang sudah berhasil membuat simpanan berada di rekening sang penulisnya E.L. James bisa sampai lebih dari US$95 juta atau setara dengan Rp1,3 triliun. Berada di tahun 2011 nanti, dirinya yang sudah di dapuk menjadi penulis terkaya. Itu belum termasuk dari penghasilannya berasal dari film pertama dan juga dari sekuelnya.

Akan tetapi di balik dari keberhasilan itu semua, Fifty Shades of Grey telah membuat suatu perpecahan berada di badan independen penerbitnya yaitu The Writer’s Coffee Shop. Penerbit yang berasal dari Australia itu yang telah pertama kalinya mengangkat kisah dari James dari buku elektronik

“Adapun versi awal dari cerita ini yang sudah di dapatkan dari sang penerbit aslinya berasal Australia, The Writer’s Coffee Shop, yang dimana sudah merilis mereka menjadi suatu buku elektronik dan buku cetak yang di lucurkan berdasarkan dengan permintaan,” terang dari James yang dituliskan di dalam situs resminya.

Dengan sangat laris manis tersebut, The Writer’s Coffee Shop langsung menjual hak cipta dari trilogi Fifty Shades kepada Random House, bawahan dari penerbit Penguin yang mempunyai basis di Amerika. Berada di bawah naungan penerbit itulah Fifty Shades of Grey, Shades Darker, dan Shades of Freed berhasil untuk menjangkau banyak penikmat novel.

Hanya saja dari kesepakatan bersama dengan Random House kini menyisakan suatu konflik untuk The Writer’s Coffee Shop. Dari pihak pengadilan yang sudah memvonis kepada Amanday Hayward, sang penggagas dan juga kepala The Writer’s Coffee Shop dengan suatu kasus penipuan.

About The Author