Berita Bisnis Nasional – Bisnis Hiburan Malam Kini Berkurang Omzetnya

 

Bisa di ketahui kalau di setiap ramadhan, bisa di ketahui banyak tempat hiburan malam tidak di buka seperti di hari biasa, bahkan ada di antarnya yang tutup total. Maka dengan keadaan tersebut omset yang mereka punyai juga akan bisa menurun.

Seperti dari asosiasi Pengusaha Hiburan Malam telah mengakui kehilangan banyak pendapatan sampai 65 persen banyaknya di kala Ramadhan. Dari keadaan yang ada seperti ini sudah di rasakannya selama 1 dekade ini.

“Kami yang sudah kehilangan banyak pendapatan bisa di kirakan sebanyak 50-65 persen selama Ramadhan ini. Dari keadaan ini yang sudah saya rasakan selama 10 tahun ini. Ramadhan yang membuat kami mengalami penurunan omset,” ujar dari Ketua Asosiasi Hiburan Malam, yang bernama Adrian Maulite pada saat di hubungi oleh wartawan untuk hari ini, Jakarta (28/6/14).

Walaupun seperti itu, pengusaha yang sudah memaklumi akan anjloknya pendapatkan yang ada pada saat Ramadhan sudah kami tekankan menjadi resiko kami yang sudah kami rasakan dalam bisnis dunia malam.

“Sudah pasti telah berkurang karena adanya konsekuensinya dari banyak masyarakat yang sudah taat kepada adanya aturan dan memberikan penghargaan umat Islam,” ujarnya memberikan penjelasan lebih tegas lagi.

Selama dari Ramadhan, tempat hiburan seperti diskotek, sauna, dan mandi uap ada juga panti pijat yang di larang beroperasi sama sekali.

Untuk adanya hiburan yang ada di dalam penginapan dan hotel jam operasionalnya telah di batasi saat ini. Sementara dari tempat hiburan seperti karaoke dan live music dari jam operasinya di batasi  di ketahui jam-jamnya adalah 20.30-01.30 WIB, billiard pukul 10.00-24.00 WIB.

No related content found.

Be Sociable, Share!