Berita Bisnis – Organda Sepakat Akan Mogok Selama Dua Hari

Seperti dari sang pelaku usaha yang sudah tergabung berada di dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang akan bisa melakukan suatu mogok missal. Dari keputusan ini akan bisa di ambil menjadi tanggapan atas suatu kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

“Ini adalah keputusan yang di lakuukan oleh semua anggota Organda seluruh Indonesia yang nantinya akan melakukan mogok massal kurang lebih 24 jam,” ujar dari Hantoro yang menjadi Ketua Pariwisata – AKAP, Organda DI Yogyakarta, untuk hari ini, Selasa (18/11/14).

Sudah di hitung mulai dari Rabu besok, sampai dengan di hari Kamis seluruh armada dari angkutan darat yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang akan bisa mogok beroperasi.

Walaupun dari angkutan umum itu nantinya akan bisa mogok, untuk dari angkutan pariwisata yang sudah terikat kontrak, nantinya akan tetap berjalan seperti pada biasanya. Hal tersebut sudah di karenakan para pengusaha otobus tidak di mungkinkan memutus kontrak secara sepihak.

Hantoro yang sudah memastikan, sebelum ada keputusan resmi terkait dengan adanya naiknya tariff angkutan umum antara dari Organda dan pemerintah, angkutan umum di larang untuk bisa menaikkan tariff secara sepihak, meski hal itu sangat memberatkan.

“Kami nantinya berusaha secepat mungkin untuk melakukan perundingan dengan pemerintah untuk penyesuaian tariff angkutan umum berdasarkan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi,” ujar darinya lagi.

Untuk lebih lanjutnya lagi, Hantoro memberikan penjelasan, dengan adanya kenaikan dari harga BBM bersubsidi berjenis solar ini sampai dengan 30 persen, bisa menjadi suatu pukulan telak bagi para pengusaha angkutan wisata atau bus antar kota dan juga provinsi.

“Untuk adanay bus wisata ukuran besar pada setiap kenaikan solar Rp500, maka kenaikan sewa bus Rp200.000 maka dari itu ketika naik 2000 kenaikan harga sewa bus besarnya adalah mencapai Rp800.000,” tuturnya.

Untuk dari harga sewa bis besar untuk saat ini, selama kurang lebih 14 jam, besarnya adalah Rp 2,4 juta. Nantinya harga sewa bus naik  bisa menjadi Rp3,2 juta.

About The Author