Berita Bola – Aksi Cemerlang Tim Krul, Pupuskan Impian Stefano Lilipaly

 

Harapan gelandang berpaspor Indonesia yakni Stefano Lilypaly untuk bisa bermain di laga puncak ajang Piala Belanda berbarengan SC Cambuur dipastikan sirna. Tim kelas dua Belanda itu mesti takluk di babak adu pinalti yang berakhir dengan skor 3-2 saat menghadapi AZ Alkmaar di fase semifinal pada hari Kamis (3/2) dinihari kemarin WIB di AFAS Stadium.

Laga antara kedua tim ini mesti sampai di babak adu pinalti lantaran sampai 120 menit jalannya laga tak tercipta gol sama sekali.

Tak hanya itu, Lilypaly yang diketahui juga dimainkan sebagai pemain pengganti semenjak menit 67’ justru tak sanggup mencetak gol untuk tim yang dibelanya.

Sewaktu 90 menit penuh jalannya laga normal, sebenarnya Cambuur sebenarnya kemasukkan gol. Terlebih, gelandang tengah AZ Alkmaar yakni Stijn Wuytens juga sangat emosional saat melakukan selebrasi gol yang diciptakannya itu. Sayangnya, gol tersebut justru dianulir oleh wasit yang memimpin jalannya laga ini.

Di menit 112’, SC Cambuur juga berada dalam situasi yang menguntungkan setelah unggul pemain dikarenakan pemain bertahan AZ Alkmaar yakni Rens van Eijden mendapatkan kartu merah dari dua kartu kuning yang diterimanya.

Namun, di sepanjang sisa waktu itu justru tak berhasil dimanfaatkan oleh tim berjuluk The Yellow Blues untuk membuat gol. Skor kacamata dipastikan tetap tak berubah dan menjadikan kedua tim ini mesti menjalani babak adu pinalti guna menentukan tim yang akan maju ke laga puncak ajang Piala Belanda musim ini.

Di babak ini, nama Lilypaly juga diketahui tak meraih kesempatan untuk mengeksekusi pinalti. Kemenangan AZ Alkmaar di laga ini tercipta lewat aksi cemerlang penjaga gawang pinjaman pinjaman Newcastle United yakni Tim Krul.

Penjaga gawang berusia 28 tahun itu berhasil mengamankan bola sepakan penendang kelima Cambuur yakni Martijn Barto.

Di laga puncak ajang ini, AZ Alkmaar bakal menghadapi Vitesse pada tanggal 30 April nanti di Stadion Feijenoord.

Ketimbang Vitesse, mungkin AZ Alkmaar sangat berpengalaman untuk menjadi jawara di ajang ini. Mengingat, sudah 4 kali mengamankan gelar juara dari 5 pertandingan di laga puncak yang telah dijalani. Sedangkan, Vitesse belum pernah sama sekali menyicipi gelar juara ini. Dikarenakan tim ini selalu tak berhasil dari 3 laga final.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author