Berita Bola Barca – Gerard Pique Dapat Cacian Sampai Lemparan Koin

Kubu dari Barcelona yang kembali lagi mendapatkan kekalahan untuk yang keempat kalinya di dalam La Liga di musim ini. Hal ini yang sudah memberikan picuan reaksi keras dari banyak supporter ultras,yang bernama Boixos Nois yang sudah melempari dari sang pemain belakang Barcelona dengan koin.

Seperti dari laga di stadion dari kub Real Valladolid, yaitu Jose Zorrilla dihari sabtu malam kemarin, 8 Maret 2014, kubu klub yang sudah menjadi juara bertahan La Liga tersebut yang harus takluk dari klub papan bawah seperti Valladolid dengan skor tipis 1-0 lewat dari gol yang sudah di ciptakan oleh Fausto Rossi yang berhasil melantakan sang kiper Victor Valdes untuk menit ke 17.

Hasil tersebut yang sudah meneruskan dari hasil buruk dari mereka raih, setelah sebelumya juga menelan kekalahan dari kubu Real Sociedad untuk dua pekan yang lalu. Tentunya tersebut menjadi hal yang menyedihkan dari para suporter yang ada.

Seperti dari kabar yang sudah disebutkan dari media Cadena Cope, untuk beberapa kolompok ultras Boixos Nois yang sudah memberikan lemparan koin tersebut kepada kekepala Gerard Pique pada saat sang pemain tersebut berjalan keluar dari stadion. Sebelumnya mereka yang sudah mesasarkan ke kepala Pique,namun meleset.

Center bek dari Barcelona tersebut yang sudah di dekati dari beberapa supporter radikal Barca dalam perjalannya keluar. Dirinya yang mendapatkan cacian sebelum pada akhirnya di lempari adanya koin. Kamera yang sudah memberikan rekaman dari kepergian skuad Barcelona memang ikut menjadi korban.

Boixos Nois yang sudah berulah seperti orang yang sangat gila,memang itu adalah supporter garis keras dari Barcelona yang sudah terbentuk semenjak ditahun  1981 lalu. Mereka yang sudah menjadi anak emas dari Camp nou walaupun masih selalu seringnya membuat onar.

Mereka yang sudah pernah untuk melemparkan kepala babi kepada Luis Figo dalam suatu laga El Classico ditahun 2002.  Seperti pada tahun 2003 pasukan supporter garis keras tersebut sudah di bekukanoleh sang presiden Joan Laporta.

About The Author

Reply