Berita Bola Baru – Aturan Sepak Bola Italia Untuk Masalah Rasisme Terkini

Kabar dari sepak bola Italia yang memang sering menjadi korban dari rasialisme saat ini sudah mendapatkan suatu jawaban. FIGC yang menjadi suatu Asosiasi Sepak Bola dari Italia tersebut sudah memperkenalkan peraturan yang baru untuk bisa melawan dari rasis yang berada di Italia. Suatu peraturan tersebut terdiri dari sanksi yang di hadapkan dengan larangan bertanding dalam 10 kali sampai ada suatu penutupan stadion dari klub yang sudah memberikan sikap rasialisme tersebut.

Seperti yang sudah di kabarkan di situs dan banyak media yang ada di Italia, suatu pembasan yang sudah di lakukan di hari lusa kemarin, Selasa (4/6/2013) di waktu setempat sudah melakukan membenarkan dari sanksi yang terbaru tersebut yang juga di bawah sanksi dari EUFA, Asosiasi Spak Bola Eropa. Dalam aturan yang sudah di sahkan bersama tersebut memberikan suatu hal yang sudah membuat dari seorang individu sepak bola yang sudah melakukan bully akan martabat dan harga diri satu orang maupun kelompok.  Jika memang menghina mengenai warna kulit, agama, ras, budaya maka akan mendapatkan suatu ancaman larangan untuk tidak ikut dalam laga sebanyak 10 atau sanksi yang lain yang bisa di anggap lebih layak,” ujar dari web resmi FIGC.

Dari sanksi tersebut memang sudah menjadi yang lebih berat dari pada tahun yang lalu. Lebih  berat dua kali lipat dari aturan di tahun 2012 lalu yang di mana dalam aturan tersebut dikenakan suatu ancaman sanksi lima pertandingan. Dan juga jika yang melakukan hal rasis tersebut adalah supporter maka akan di tutup sebagian area stadoin.

Dan jika di dalam suatu laga sang wasit yang memimpin pertandingan sudah menunda pertandingan tersebut maka kemenangan ada di pihak musunya. Memang sudah tidak di pertanyakan lagi kalau suatu kasus rasisme yang sudah terjadi di Italia tersebut sudah sangat terkenal di dunia sepak bola. bahkan ada dari pemain yang sempat undur dari pertandingan karena telah mendapatkan cacian rasis dari penonton.

 

 

About The Author

Reply