Berita Bola – Bek Kiri Real Madrid Akui Neymar Memang Sulit Untuk Dihentikan

Pemain bertahan andalan Real Madrid yakni Marcelo mengklaim jika rekan senegaranya yang sekaligus bintang anyar Paris Saint-Germain yakni Neymar merupakan lawan yang paling sulit untuk dihadapinya.

Untuk Marcelo yang diboyong Real Madrid dari Fluminense semenjak tahun 2006 ini, diketahui telah mengemas lebih dari 400 kali penampilan dengan membuat 28 gol serta menciptakan 78 assist. Terlebih, pemain berambut kribo ini juga terus menjadi pilar utama Los Blancos pada beberapa musim terakhir. Terbukti, dia pun mampu mengantarkan tim yang dibelanya itu memenangi 3 gelar Liga Champions dari 4 musim terakhirnya dan ditambah dengan 4 gelar juara La Liga.

Sedangkan untuk Neymar diketahui kapten timnas Brasil ini telah mengambil keputusan untuk hengkang dari Barcelona guna memperkuat Paris Saint-Germain. Terlebih, kehadirannya juga memperuncing persaingan antara Real Madrid kontra Barcelona di kompetisi tertinggi di Spanyol.

Selama 4 musim memperkuat tim asal Catalan, Neymar pun telah sukses membuat 105 gol serta 80 assist dari 186 kali penampilan di berbagai ajang. Tak hanya itu saja, penyerang berusia 25 tahun ini juga memiliki kontribusi yang sangat penting untuk keberhasilan Barcelona dalam memenangi  2 gelar La liga Spanyol, 3 gelar Copa del Rey serta 1 gelar Liga Champions.

Bek kiri Real Madrid itu juga menyampaikan jika rekan setimnya yakni Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang paling apik di yang pernah berkerja sama dengannya. Tetapi, sosok Neymar justru memunculkan ancaman yang sangat serius dan itu pun berhasil membuatnya kewalahan saat berhadapan dengannya.

“Saya pun pernah bekerja sama dengan beberapa pemain top semisal seperti Ronaldo, Ronaldinho serta Ruud van Nistelrooy. Namun, lantaran saya terus menjalani latihan bersama dalam kurun waktu yang lama, dengan memberikan banyak umpan serta merayakan gol bersama, maka saya bakal menyampaikan Cristiano (Ronaldo).” papar Marcelo yang dilansir Marca.

“Namun untuk lawan yang paling susah untuk dihentikan, saya pikir pemain itu adalah Neymar. Terlebih, dia merupakan rekan satu tim saya di timnas.”

About The Author