Berita Bola Dunia – Sindikat Pengaturan Skor Sepakbola Diduga Berada di Indonesia

Belum lama ini sindikat pengatuan skor Singapura yang seringkali disebut sebagai pusatnya pengaturan skor sepakbola di dunia tengah tengah beroperasi di Indonesia. Sindikat tersebut diduga telah masuk dalam mengatur pertandingan di liga domestik. Hal ini disampaikan Penyelidik Wilayah Asia Tenggara Sport Data Group, Michael Pride.

Sport Data Group merupakan sebuah organisasi nirlaba penyelidik korupsi olahraga. Dalam penuturannya, informasi mengenai dugaan tersebut dikatakannya berasal dari sumber yang bisa dipercaya. Namun begitu, Michael tidak menyebutkan secara rinci kapan sindikat tersebut mulai masuk dan beroperasi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Michael juga mengatakan bahwasanya informasi tersebut telah dikumpulkan sepanjang satu tahun terakhir. Tidak hanya itu saja namun penyelidikan telah dilakukan dalam beberapa tahun terkahir. Dalam penjelasannya terkait dengan pengaturan skor yang ada di Indonesia menurutnya terdapat dua motif pengaturan skor. Yang pertama untuk mendukung keperluan judi bola karena keuntungan yang diperoleh bisa sangat besar. Kemudian yang kedua pengaturan skor dimanfaatkan beberapa klub sepakbola agar bisa memperbaiki posisi mereka saat mengikuti kompetisi yang tengah berlangsung.

Tidak hanya itu saja, mantan penyidik Divisi Keamanan Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tersebut juga mengungkapkan hal yang mengejutkan. Yaitu terkait dengan penyelenggaraan Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) 2012 lalu. Dimana ia memperoleh informasi bahwasanya terdapat empat pertandingan yang diatur skornya. Dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Dalam penjelasannya terdapat sepuluh orang pengusaha kaya raya yang mengatur sindikat tersebut. Dimana mereka memiliki puluhan orang yang digunakan mereka dalam mengaturan skor yang diinginkan.

Sementara itu terkait adanya dugaan sindikat pengaturan skor yang ada di Indonesia menurut aktivis Save Our Soccer, Apung Widadi mengatakan bahwa maraknya pengaturan skor yang ada di Indonesia karena belum tegaknya undang-undang suap. Selain itu belum adanya koordinasi antara federasi yaitu PSSI, pemerintah dan kepolisian maupun kejaksaan.

Menurut Apung federasi bisa melakukan penerapan sanksi. Sanksi tersebut diberlakukan kepada para anggota yang melanggar kode etik terutama yang menerima suap. Berbagai sanksi bisa digunakan misalnya hukuman seumur hidup.

 

 

Berita dunia sepakbola terkini dari Ruangkabar.com

About The Author

Reply