Berita Bola – Laudrup Ternyata Penggemar Iniesta

Legenda hidup Timnas Denmark yakni Michael Laudrup selama ini megagumi cara bermain gelandang andalan serta kapten Barcelona yaitu Andres Iniesta, pria paruh baya tersebut selama ini menjadi pengagum Iniesta sejak lama dan sangat mengagumi bagaimana seorang Iniesta bermain dilapangan, menurut Laudrup saat di lapangan Iniesta adalah pemain orkestra dan memainkan alur serta tempo permainan dan mengendalikan possesion dengan sangat bagus ia layaknya seorang yang tau kapan harus menggiring dan mengumpan dan tau kemana arah berlari rekan nya.

“Saya sangat menyukai Iniesta, ia adalah seorang jenius di lini tengah ia memiliki insting yang sangat brilian dan ia memiliki umpan serta dribel yang mengagumkan saya adalah salah satu penggemar nya dan saya harap ia akan bisa sukses pada musim ini sama seperti musim lalu, melihat ia bermain saya menjadi teringat acara orkesta ia menjadi pengendali permainan, menjadi titik utama dalam mengatur tempo dan menjadi pusat possesion yang menjadi ciri khas Barcelona dalam beberapa musim belakangan,” ujar Laudrup.

Dalam pertandingan melawan Madrid adalah salah satu momen yang sangat bagus bagi Iniesta, ia bermain secara brilian dan membantu Barca menggilas Madrid dengan skor 4-0 dan ia dinilai berperan besar dengan sumbangan nyata berupa satu gol dan memiliki akurasi umpan yang hampir sempurna, Iniesta seakan lupa bahwa ia telah berkepala tiga namun seperti nya umur bukan menjadi penghalang Iniesta untuk bermain lebih baik lagi.

“Ia adalah atlet yang profesional, ia telah mengalami banyak pengalaman yang pahit maupun manis ia adalah pemimpin Barca, saya sangat kagum melihat gaya bermain nya ia adalah gelandang terbaik didunia dan itu tidak bisa dipungkiri oleh siapa pun, jika seseorang tau akan bola pasti setuju jika Iniesta adalah salah satu gelandang terbesar dalam sejarah sepak bola. Ia memang telah berumur 30 tahun atau lebih, tapi melihat bagaimana ia bermain rasa nya ia akan tetap bisa menjaga peforma nya dalam beberapa tahun lagi, ia bermain dengan otak dan bukan dengan fisik,” puji sang legenda.

About The Author