Berita Bola – Maju ke Liga Champions, RB Leipzig Tetap Berpotensi Untuk Tak Bermain

RB Leipzig yang notabene adalah tim yang paling tak disukai di Jerman itu sudah memastikan bahwa mereka telah mengantongi satu tiket untuk bermain di Liga Champions pada musim depan nanti. Namun, tim ini bisa saja untuk tak bakal bermain di ajang ini lantaran telah melanggar aturan dari UEFA.

Pada akhir minggu kemarin, Leipzig juga baru saja mengamankan kemenangan besar dengan skor 4-0 sewaktu menghadapi SC Freiburg. Hasil dari laga itu membuat mereka kini tetap berada di posisi 2 di klasemen sementara dengan capaian 61 angka dari 29 laga di kompetisi Bundesliga Jerman pada musim ini.

Dengan menyisakan 5 laga pada musim ini, Leipzig mungkin bakal mengakhiri musim perdananya di kompetisi tertinggi di Jerman itu dengan menghuni posisi empat besar alias bakal membuat mereka memiliki peluang untuk bermain di Liga Champions pada musim 2017/18 nanti.

Namun, dengan pertisipasi tim yang baru dibentuk pada tahun 2009 itu di ajang tertinggi kompetisi antartim di Eropa dinilai masih belum jelas. Dikarenakan tim itu telah melanggar aturan UEFA soal status kepemilikan tim.

Dari artikel 5 aturan serta regulasi UEFA mengenai Liga Champions pada musim ini, khususnya untuk ‘integritas kompetisi’ menyampaikan jika : “Belum ada individu maupun otoritas resmi yang mempunyai pengaruh terhadap lebih dari 1 tim yang ikut berpartisipasi dari ajang milik UEFA.”

Artinya, EUFA tak bakal mengizinkan 2 tim yang berada memiliki sponsor, organisasi maupun orang yang sama ikut ke dalam ajang yang sama di kompetisi Eropa.

RB Leipzig merupakan tim yang dikelola oleh perusahaan minuman berenergi dari Austria, yakni Red Bull. Terlebih, perusahaan ini juga mengelola FC Red Bull Salzburg yang diketahui tim pemuncak di kompetisi tertinggi di Austria serta telah mendapat tiket untuk bermain di Liga Champions. Mungkin dari hal ini juga yang menyebabkan RB Leipzig kini dipastikan belum jelas statusnya.

“Kenyataannya adalah kedua tim itu dapat bermain di ajang yang sama serta memiliki kans untuk saling berhadapan. Tak hanya bakal memunculkan keraguan hukum tetapi juga dengan bencana politik di dunia olahraga.” seperti yang disampaikan oleh Thomas Dehesselles yang notebene seorang pengacara sepak bola yang dilansir oleh Deutsche Welle.

About The Author