Berita Bola Nasional – Rahasia Dari Nama Ilham Udin Armaiyn

Sudah di ketahui dari sosok pemain yang berasal dari punggawa Timnas PSSI U-19 yaitu Ilham Udin Armaiyn yang sudah menjadi pemain penting dalam kemenangan Indonesia di dalam ajang piala AFF U-19.  Sudah di ketahui kalau mengerti dari namanya itu, bisa di tebak kalau dirinya atau pemain yang bernomor punggung 20 tersebut yang masih satu marga dengan sanga Gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn.

Di karenakan adanya suatu emblem marga yang di sandang di namanya tersebut, beberapa waktu yang lalu pada saat nama dari Iham Unid di sebut-sebut di berbagai media yang di mana nama darinya masuk dalam media di Maluku, memang sangat banyak orang yang ragu kepada dirinya.

Memang itu sudah menjadi suatu koneksitas tersebut membuat dari para pengamat sepak bola lokal yang di anggapnya kiprah dari anak muda yang satu ini menjadi lebih bersemangan dengan adanya nama yang ada di sandang nama belakangnya.

Akan tetapi dari putra dari ke empat pasangan mendiang Rohani dan Udin Armaiyn yang sudah mampu untuk tepis adanya suatu keraguan dari banyak kalangan yang ada di sana. Pemain yang bertubuh mungil tersebut masih menjadi cucu Gubernur Maluku Utara itu yang akan tampil lebih agresif sepanjang turnamen tersebut. Ilham yang juga menjadi pahlawan dalam penentuan di adu tendangan pinalti pada saat menjalani laga di fase grup melawan Malaysia.

Tak hanya itu juga, dengan sangat gemilangnya Indonesia saat melawan Timor Leste di semi final dirnya menjadi penentu kemenangan dengan gol yang di raihnya. Dan pada saat melawan Vietnam dirinya juga menjadi penentu dalam tendangan penentu, penendang terakhir yang membawa Indonesia menang dalam kejuaraan AFF U-19. Dengan keberhasilan mendapatkan gelar tersebut membuat timnas Indonesia yang selama 22 tahun karena adanya suatu gol darinya tersebut.

Akan tetapi yang sesungguhnya karir dari sang remaja yang berasal dari SSB Tunas Gamalama dan SMK Bina Informatika Ternate atau Binter itu yang memang jauh dari adanya intervensi Gubernur Maluku Utara. Pada saat adanya kehilangan sang ayah yang ada di usia yang masih belia, ilham lalu di asuh oleh sang pamannya Safirin. Bersama dengan Safirin Ilham bisa kembangkan bakatnya tersebut.

About The Author

Reply