Berita Bola – Penjaga Gawang Kawakan Dinamo Kiev

 

Mungkin saat bintang muda Manchester City, Raheem Sterling saat masih berusia lima tahun mungkin nama Oleksandr Shovkovskiy yang membawa Dynamo Kiev di babak semifinal ajang Liga Champions musim 1998/99. Namun kedua pemain ini dipastikan bakal saling berhadapan besok di NSC Olimpiyskiy Stadium.

Untuk Oleksandr Shovkovskiy diketahui untuk sekarang ini telah berumur 41 tahun. Walaupun sudah tak muda lagi, dia pun kini dinobatkan sebagai pemain paling tua di ajang Liga Champions musim ini yang diketahui rekornya tetap dipegang oleh penjaga gawang yakni Marco Balotta yang berusia 43 tahun lebih 253 hari.

Sedang untuk karir dari Shovkovskiy sendiri dipastikan tetap menarik untuk dibahas. Pemain ini telah memperkuat Kiev semenjak dirinya berumur delapan tahun. Berbarengan Andry Shevchenko, dia pun ikut membawa Kiev menjadi tim kuda hitam sewaktu menumbangkan Real Madrid serta bermain di babak semifinal ajang Liga Champions musim 1998/99.

Sesudah 17 tahun, Shovkovskiy tetap mengenakan kostum tim yang sama serta menjaga mistar gawang yang sama. Walau zaman telah berganti, namun Shovkovskiy dipastikan tetap bertahan.

“Tidak disangsikan lagi, jika kecepatan pada sebuah permainan memang sudah mengalami perkembangan yang significant ketimbang saat dirinya bermain di Liga Champions pada musim 1994. Namun tugas sebagai penjaga gawang tetaplah sama, saat ini penjaga gawang merupakan bagian dari sebuah tim yang ikut membantu saat bertahan maupun menyerang. Sudah berbeda, lantaran pada skema permainan pada tiap lininya, memang memiliki peran yang berbeda pada tiap posisinya. Semua telah berkembang serta itu sudah lebih baik lagi. Semua lantaran ajang seperti Liga Champions serta Liga Europa.”

Babak Knock-out di ajang Liga Champions pada musim ini tentu bakal menjadi yang pertama untuk penjaga gawang ini serta Kiev dalam kurun 15 tahun terakhir. Untuk Kiev sendiri diketahui tim ini memang sudah jarang untuk bisa melaju lebih dari babak grup semenjak terdepak di babak grup pada musim 1999/00.

“Sebagian laga bakal dikenang. Performa terbaik kami tentu pada musim 1998/99 lalu, ketika kami berhasil menembus babak semifinal dan menaklukkan Real Madrid (di fase perempat final). Sudah pasti tim ini kala itu menjadi tim yang terus mendapatkan pujian serta banyak ambisi personal yang tak menjadi prioritas. Kami mengerti dengan yang kami mau serta kami mengerti dengan bagaimana bekerja. Tercipta pengertian yang fantastis pada tim, mirip dengan intuisi.”

Be Sociable, Share!