Berita Bola – Perubahan Sikap Louis Van Gaal Dulu Dan Sekarang

 

Pelatih Manchester United yakni Louis van Gaal kini memang kerap menghuni bangku cadangan serta sangat sibuk dengan catatannya ketika tim asuhannya bermain. Namun menurut pelatih Liverpool yakni Jurgen Klopp menilai jika pelatih asal Belanda itu sebelumnya sangatlah ekspresif.

Argumen dengan Van Gaal yang sudah tak lagi bersikap ekspresif itu karena ada kaitannya dengan pertandingan final di ajang Liga Champions di tahun 1995. Saat menangani Ajax Amsterdam, tim yang ditanganinya ini justru berhasil mengejutkan dengan menaklukkan AC Milan.

Mantan pelatih timnas Belanda ini melontarkan protes keras dengan yang dikerjakan oleh Marcel Desailly kepada bombernya yakni Jari Litmanen. Untuk mengajukan protes tersebut kepada sang pengadil lapangan, Van Gaal pun mesti menunjukkan dengan gaya tendangan karate.

Namun aksi yang ditunjukkannya itu justru tak mengubah apapun dengan keputusan yang telah diputuskan oleh sang wasit. Ajax Amsterdam memang berhasil meraih kemenangan serta menjadi juara di ajang bergengsi antartim di Eropa kala itu, tetapi Van Gaal dipastikan tetap tak senang dengan keputusan yang diambil oleh wasit soal tak memberikan hukuman kepada Desailly serta tak mendapatkan hadiap pinalti.

“Saya menunjukkan tendangan karate.” papar Van Gaal sembari tertawa.

“Saya masih ingat, laga puncak di Liga Champions tahun 1995. Ajax Amsterdam melawan AC Milan dan kala itu saya pun menunjukkan tendangan karate. Tim kami pun berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, namun kami sudah semestinya mendapatkan hadiah pinalti dengan tekel berbahaya kepada Litmanen. Saya sangat kesal dan kemudian saya pun mempratekkan tendangan karate di tepi lapangan dan itu hanya berjarak satu meter saja dengan ofisial pertandingan. Alasan saya melakukan itu karena Litmanen mendapatkan hal itu.”

Setelah kejadian itu, mungkin ini yang menjadi alasan dengan kenapa Van Gaal tak mau untuk bersikap ekspresif lagi saat berada di pinggir lapangan. Terlebih dengan terus bertambah usia, dia pun akhirnya mengambil keputusan itu.

“Saya menyadari jika dari momen itu, seorang pelatih memang tak bakal bisa merubah keputusan yang telah diambil oleh wasit. Walaupun Anda akan membuktikan jika yang terjadi dilapangan sudah mestinya mendapatkan hukuman. Anda juga harus mengerti, jika Anda mesti bisa mengendalikan semangat yang Anda miliki. Saya paham jika seluruh fans tim ini senang untuk menyaksikan pelatih bisa menunjukkan amarahnya saat berada di pinggir lapangan serta saat menghadapi Newastle lalu saya sangat geram ketika menyaksikan Lingard tak berhasil membuat gol.” tandasnya yang dilansir oleh  Mirror.

Be Sociable, Share!