Berita Bulutangkis Terbaru – Menegpora: Bangkitkan Kembali Bulutangkis Kita

  Berita Bulutangkis Terbaru – GOR PB Djarum pada Jumat (6/7) telah dipadati oleh sejumlah peserta Audisi PB Djarum 2012 yang akan diikuti antara umur 10-15 tahun beserta para keluarga mereka.

Sejumlah kemeriahan tersebut bertambah setelah tes seleksi pada tahap pertama sempat dibuka oleh Menegpora Andi Mallarangeng serta terlihat di dampingi oleh legenda bulutangkis yakni Christian Hadinata dan Ivana Lie. Sebanyak 12 lapangan bulutangkis sudah dipersiapkan para panitia pada seleksi di tahap pertama ini dan tercatat adanya 1300an peserta yang hadir langsung ke GOR PB Djarum yang luasnya sekitar 45 hektar tersebut. Antusiasme sejumlah peserta ternyata juga di ikutin oleh sang Menegpora yang ternyata sangat kagum dengan kemeriahan para bocah dalam beradu skill pada audisi tersebut.

“Aku sengaja hadir untuk melihat audisi PB Djarum ini. Adanya event tersebut bakal tumbuh banyak bibit unggul untuk olahraga bulutangkis kedepannya. Aku sangat mengapresiasi setinggi-tingginya yang mendukung PB bulutangkis di PB Djarum,” ungkap sang Menegpora Andi Mallarangeng setelah usai resmi pembukaan Audisi PB Djarum yang berlangsung di Kudus.

“Olahraga bulutangkis harus kembali bangkit di kancah internasional. Kita harus bisa hadirkan kembali pemain unggulan. Christian Hadinata dan Ivana Lie yang baru. Aku senang sekali untuk semua orang tua yang begitu mendukung anaknya dalam mengikuti semua program dan ajang seperti ini. Harapan aku buat PB Djarum adalah bisa terus mengadakan pembinaan para pebulutangkis usia muda untuk terus meningkatkan bibit-bibit unggul,” lanjutnya.

Selain adanya kemeriahan didalam GOR, terdapat juga sejumlah kesibukan diluar GOR. Beberapa buah standi dipesiapkan oleh pihak panitia dari menjual makanan sampai adanya sejumlah permainan menarik. Selain itu pada malam hari, acara berlangsung lebih seru lagi karena adanya penampilan dari Seven Icon dan Peewee Gaskins di atas panggung yang berdiri megah yang sudah di siapkan oleh pihak panitia.

About The Author

Reply