Berita China Baru – Banyak Warga Tak Ingin Jadi Relawan Militer Taiwan

Dari pemerintah Taiwan yang saat ini sudah di silimuti dari rasa resahya. Pasalnya dari para kaum muda mereka tidak berhasrat untuk bisa menjadi tentara, sedangkan dari ancaman militer yang berasal dari China masih terbuka lebar.

Melihat dari adanya pengalaman dari seorang tentara militer yang tengah berusaha dalam memberikan bujukan kepada salah seseorang pria muda di tempat pusat untuk merekrut militer di Taipei. Seperti yang sudah di kabarkan dalam media South China Morning Post (SCMP), Senin kemarin (30/12/13), setelah di klaim selama lebih dari setengah jam lamanya, pria muda tersebut yang langsung  berlalu dan langsung tinggalkan tempat perekrutan tersebut karena memang tidak tertarik dengan program yang di wajibkan di sana.

“Dirinya yang sudah mengatakan untuk bisa memikirkan dari adanya tawaran tersebut,” ujar dari tentara militer yang sudah menjadi anggota kecil yang berada di tim pusat perekrutan dari militer di Taiwan itu.

Dari petugas militer yang tidak ingin di sebutkan identitasnya tengah dalam rasa frustasinya, lantaran dirinya sudah di tuntut agar ingin bisa di rekrut untuk menjadi relawan sebanyak mungkin yang memang ingin bisa berkarir untuk menjadi militer. Akan tetapi sayangnya upaya itu yang tidak sejalan dengan adanya tuntutan yang di tujukan kepada dirinya.

“Tidak terlalu banyai dari para kaum muda yang merasa tertarik untuk menjadi tantara,” ujar dari dirinya lagi.

Perekrutan dari tentara untuk di jadikan sukarela itu memang menjadi suatu realisasi dari janji yang sudah di berikan oleh Presiden Taiwan yang bernama, Ma ying Jeou, untuk di awal tahun 2008 lalu. Paada saat itu, Ma memberikan janji kalau untuk bisa mengubah dari system militer di Taiwan. Diriya juga merekrut kepada tenaga professional untuk menjadi tentara.

Akan tetapi dari kenyataan yang ada dari program tersebut sungguh sangat sulit untuk di realisasikan dan program Ma kini sudah di ragukan dari banyak masyarakat.

About The Author

Reply