Berita dan Politik – Batalnya Rencana Kudeta Presiden SBY

 

Senin (25/3/2013) rencanya akan ada peristiwa demo besar-besaran untuk mengkudeta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun rencana tersebut batal. Hal ini disampaikan juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto yang mengatakan adanya pemberitahuan dari Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) yang justru memberitahukan akan dilakukan kegiatan bakti sosial yaitu pembagian sembako di halaman kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Surat pemberitahuan tersebut disampaikan Neta S. Pane. Dimana surat tersebut telah ditandatangani oleh Ketua Presidium MKRI, Ratna Sarumpaet dan Sekretaris Jenderal, Adhie Massardi.

Batalnya demonstrasi tersebut dalam penjelasan Adhie Massardi karena adanya tekanan dari berbagai pihak terhadap pengurus majelis. Menurutnya ada banyak teror yang ditujukan kepada mereka. Namun Adhie tidak mengungkapkan bentuk-bentuk teror yang mereka terima. Dan meskipun batal namun dalam pembagian sembako tersebut tetap diisi orasi yang menuntut agar Presiden SBY segera mundur.

Dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang disampaikan MKRI. Diantaranya yaitu meminta pemerintah untuk menasionalisasi tambang minyak dan gas, kemudian memintah pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok, mengehentikan impor kebutuhan pokok, menuntaskan korupsi terutama yang berhubungan dengan lingkaran istana. Selain itu juga menuntut pemerintah untuk menghentikan berbagai konflik agama, suku dan ras.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet telah menyebutkan bahwa pemerintahan yang berjalan saat ini sudah gagal. Menurutnya sudah tidak inkonstitusional. Itulah sebabnya mereka meminta SBY-Boediono untuk turun secara baik-baik. “Kami mau SBY resign saja jadi presiden,”ujar anggota Presidium MKRI, Hatta Taliwang.

Adanya agenda tersebut menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa menyebutkan bahwa hal tersebut tidak mengganggu Presiden SBY. Dan SBY pun tetap menjalankan agenda hari Senin bertemu dengan Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf kemudian ke Bali untuk menghadiri High Level Panel of Eminent Persons on Post -2015 Development Agenda.

Dan terkait dengan munculnya isu akan ada kudeta untuk menggulingkan Presiden SBY sebelum muncul isu ini sebelumnya kerap dihembuskan pada 1011 dan 2012 lalu. Dan semuanya tidak pernah terjadi.

 

Berita dan Politik

No related content found.

Be Sociable, Share!