Berita dan Politik – Gelimang Harta yang Dimiliki Jenderal Djoko Sangat Mengejutkan

 

Gelimang harta yang dimiliki oleh Irjen Polisi Djoko Susilo memang akan membuat mata banyak orang terbalak. Pasalnya, ia memiliki belasan rumah, SPBU, ribuan hektar tanah, villa, berbagai mobil mewah hingga apartemen.

Padahal, jika kita menelaah gajinya yang mana ia hanya memiliki pangkat sebagai inspektur jenderal di Korps Bhayangkara adalah mustahil sekali untuk mengumpulkan harta yang sedemikian banyaknya. Rasa kaget pun salah satunya diungkapkan oleh Neta S Pane, selaku Presidium Indonesian Police Watch (IPW).

“Jadi, ketika satu persatu hartanya disita oleh KPK ya kita kaget juga,” tukasnya.

Neta sendiri mengaku cukup kenal dengan Djoko. Dengan tugasnya sebagai pengamat kepolisian, ia tidak tahu persisnya berapa gaji yang didapatkan oleh Djoko per bulan dari negara. Akan tetapi, ia memperkirakan bahwa gaji pokok yang diterima Djoko sepertinya tidak lebih dari empat juta.

“Gaji Kapolri sekiranya Rp 5 juta, sama tunjangan Rp 40 juta perbulan. Kalau Kabaraeskrim diberikan gaji pokok sebesar Rp 4 juta dengan tunjangan sebesar Rp 35 juta. Jadi ya bisa diperkirakan kalau Djoko menerima gaji di bawah angka tersebut,” tambahnya.

Dia juga mengatakan tidak yakin bahwa Djoko memiliki bisnis sampingan hingga dapat mengumpulkan banyak harta. Pasalnya, jika anggota polisi aktif berbisnis sama saja melanggar aturan.

Seperti yang kita ketahui bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyita berbagai aset yang dimiliki oleh Jenderal Djoko mulai dari SPBU, rumah, tanah, mobil, villa, dan apartemen. Harta tersebut di berbagai wilayah yakni Jakarta, Semarang, Solo, Depok, Yogyakarta, dan Bogor. Penyidik KPK pun menduga bahwa masih ada harta milik Djoko yang tidak diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Johan Budi SP, sang juru Bicara KPK menuturkan bahwa penyidik masih memiliki waktu banyak untuk menelusuri keberadaan aset Djoko.

Aset Irjen Pol Djoko Susilo yang diduga terkait kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek pengadaan Simulator SIM masih banyak yang belum diketahui keberadaannya. Akan tetapi, Johan Budi mengatakan bahwa masih ada kemungkinan aset lainnya juga akan disita.

Dengan tersangkutnya Djoko dalam kasus ini, ia pun dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU nomor 8 Tahun 2010 lalu Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 UU nomor 15 Tahun 2002 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

Berita dan Politik

Be Sociable, Share!