Berita dan Politik – Ibas : Seribu Persen Tidak Menerima Dana Hambalang

Sekretaris Jenderal partai Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono menjawab tudingan telah menerima uang dari Muhammad Nazaruddin dalam proyek Hambalang. “Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Seribu persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini,”katanya.

Dalam penuturannya informasi yang bergulir tersebut seperti lagu lama. “Diulang-ulang sehingga saya terpaksa harus mengulangi dan menegaskan kembali bahwa saya tidak mengetahui apa pun terkait tudingan tersebut. Saya harap masyarakat dapat melihat ini secara jernih dan tidak terpengaruh dengan opini-opini yang beredar.”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Ibas juga menanggapi pernyataan Anas Urbaningrum di salah satu stasiun swasta. Putra kedua Presiden SBY tersebut berharap agar mantan Ketua Umum Demokrat tersebut dapat lebih fokus dalam menjalani proses hukumnya. “Saya respek kepada Mas Anas dan berharap beliau dapat fokus terhadap status hukum yang sedang dijalaninya dan tidak beropini di depan publik,”urainya.

Ibas juga mendorong agar kasus Hambalang di ranah hukum segera dituntaskan dan dapat berjalan seadil-adilnya. “Silakan kasus ini dibuka selebar-lebarnya dan kita berikan kesempatan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pihak pengadilan untuk menuntaskan kasus ini dengan adil dan transparan,”ujarnya.

Anas Urbaningrum sendiri menanggapi perihal rumor adanya aliran dana Hambalang ke Ibas diminta untuk bertanya kepada Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsudin. “Kalau nanti Pak Amir tidak bersedia menjawab, saya yang menjadi cadangannya.”ujarnya.

Anas mengungkapkan hubungannya dengan Ibas selama ini baik-baik saja. Baik secara kedudukannya di partai maupun secara pribadi. Bahkan kata Anas, setelah dirinya terpilih sebagai ketua umum dirinya yang mengusulkan Ibas duduk sebagai sekretaris jenderal. Padahal saat itu SBY tidak mengharapkan Ibas mengisi jabatan tersebut. “SBY dalam forum Cikeas menyampaikan Ibas kalau mau dijadikan sekjen bisa tapi saya tidak mau Ibas jadi sekjen sekarang ini,”katanya. “Tapi saya mengusulkan setelah terpilih sebagai ketua umum. Untuk menghindari kesan internal dan eksternal ada situasi tidak enak antara Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina.”katanya.

 

Berita dan Politik

About The Author

Reply