Berita Dunia – AS Menjadi Pemenang, Al Qaeda Sudah Melemah

Berada di peringatan setelah satu decade serangan teroris 11 September 2001 silam berada di Amerika Serikat, atau di namankan dengan tragedy 9/11, ada beberapa pemimpin dunia yang pada akhirnya mengangkat bicara. Presiden Barack Obama yang sudah menyebutkan bahwa saat ini AS sudah semakin menguat lagi, sementara dari organisasi pelaku dari terorisme Al-Qaeda untuk insiden tragedy 11 September tersebut di nilai semakin melemah.

“Harus bisa memberikan ucapan terima kasih kepada militer, intelejen, para penegak hukum dan petugas berada di dalam negeri yang sudah berusaha untuk melakukan perlawanan dengan tidak mudah menyerah. Tak perlu untuk diragukan lagi untuk saat ini AS yang semakin lebih kuat, dan dari Al Qaeda justru semakin dekat dengan kekalahan saat ini,” ini adalah ungkapan dari Obama berada di pidato yang ada di radio dan internet, untuk dihari Sabtu yang lalu seperti yang sudah di kutip berada di stasiun berita Al Jazeera.

Obama sendiri yang sudah mengatakan kalau kematian dari Osama bin Laden dan bangkit revolusi berada di timur tengah memberikan semakin lemahnya pengaruh sepeninggalan dari Osama berada di kalangan Islam garis keras. Hal yang sama di sebutkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague.

“Dari Al-Qaeda sendiri untuk saat ini berada di dalam kondisi yang sangat lemah berada di 10 tahun terakhir ini. Dan perkembangan yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika dalam bidang politik sudah menunjukkan bahwa ke depannya gerakan tersebut sudah semakin tidak relevan lagi,” ujar dari William Hague.

Mengerti dari penilaian tersebut yang sudah di amini oleh pengarang buku-buku Al Qaeda yang bernama Peter Bergen. Seperti yang di sebutkan berada di media Hindustan Times, untuk sekarang ini dukungan yang ada untuk Al Qaeda berada di negara – negara kunci di Mesir, Indonesia, Yordania kini sudah semakin merosot.

“Untuk saat ini pempimpin dari Al – Qaeda yang banyak absen berada di beberapa peristiwa-peristiwa revolusi di Arab,” terang dari Bergen.

About The Author